MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 27 September 2026 – Kabar yang dinantikan warga Belitung akhirnya datang. Pulau Belitung diguyur hujan ringan pada Sabtu, 26 September 2026, setelah 69 hari tanpa setetes hujan.
Kemarau panjang yang melanda sejak akhir Juli lalu membuat sumur warga mengering dan masyarakat harus bergantung pada bantuan air bersih dari PMI dan Polres Belitung Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan pertama ini dipicu oleh fenomena konvergensi angin.
Prakirawan BMKG, Salsa, menjelaskan, “Berdasarkan hasil analisis kondisi atmosfer pada hari ini wilayah Pulau Belitung diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan.”
Pola konvergensi tersebut memperlambat kecepatan angin sehingga massa udara menumpuk dan memicu terbentuknya awan konvektif. Hal ini diperkuat pantauan satelit Himawari-9 yang menunjukkan pertumbuhan awan konvektif di utara Belitung pada pukul 12.20 WIB.
Meski hujan telah turun, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam memanfaatkan air.
“Kami mengimbau masyarakat tetap bijak dalam memanfaatkan ketersediaan air bersih di tengah masa transisi musim ini,” tegasnya.
Pasalnya, hujan ini datang bersamaan dengan tantangan lain. Sejak 26 September, wilayah Bangka Belitung juga diselimuti kabut asap kiriman dari Kalimantan yang memperburuk kualitas udara.
BMKG meminta warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak selama masa pancaroba ini. Hujan ringan ini menjadi pertanda awal peralihan musim, namun belum menandakan musim hujan telah tiba sepenuhnya.












