MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 28 September 2026 – Sorakan nama Shin Tae-yong yang menggema di Stadion Utama Gelora Bung Karno usai laga Indonesia vs Malaysia 0-0 Senin malam, membawa ingatan publik kembali ke salah satu malam paling bersejarah.
Ribuan suporter di tribun meneriakkan nama pelatih asal Korea Selatan itu sebagai bentuk apresiasi. Bagi mereka, Shin Tae-yong adalah simbol kebangkitan.
Bahkan di tengah hasil imbang malam ini, tak sedikit suporter yang menyinggung kembali kedigdayaan Timnas di era Shin Tae-yong saat masih mengandalkan pemain lokal.
“STY dengan pemain lokal saja bisa bantai Malaysia 4-1. Ada Marselino, Arhan, Witan, Egy, kipernya Ernando, Rizky Ridho, dan kawan-kawan. Itu bukti kerja kerasnya,” teriak salah seorang suporter di Zona Tribun Utara.
Pernyataan itu merujuk pada laga legendaris di Piala AFF 2020, di mana Indonesia yang kala itu 100 persen diperkuat pemain lokal dan mayoritas pemain muda, berhasil menghancurkan Malaysia 4-1 di fase grup. Gol-gol dicetak oleh Irfan Jaya dua gol, Pratama Arhan, dan Elkan Baggott.
Saat itu tidak ada nama-nama naturalisasi abroad seperti sekarang. Kiper diisi Ernando Ari, bek ada Rizky Ridho dan Pratama Arhan, tengah ada Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, dan Egy Maulana Vikri. Skuad yang ditempa langsung dari Liga 1 oleh Shin Tae-yong.
Momen itulah yang membuat publik menilai Shin Tae-yong bukan sekadar pelatih taktik, melainkan pembangun fondasi. Disiplin, fisik, dan mental pemain lokal diangkat hingga mampu bersaing dan membantai rival abadi.
“Shin Tae-yong bukan hanya pelatih, dia sudah jadi bagian dari perjuangan kami. Nama dia harus terus ada di tim ini,” ujar suporter lainnya.
Sorakan di GBK malam ini pun menjadi pesan moral yang kuat. Bahwa di mata publik, jasa Shin Tae-yong dalam mengubah Timnas dari tim yang diremehkan menjadi tim yang disegani, termasuk saat membantai Malaysia 4-1 dengan skuad lokal, tidak akan pernah dilupakan.












