Media Daulat Rakyat Bandung, Sabtu, 3 Oktober 2026 – Kemenangan telak Timnas Malaysia 6-0 atas Singapura di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 pada Kamis, 1 Oktober 2026 lalu, menyisakan cerita yang lebih besar dari sekadar skor di papan. Hasil mencolok ini kembali menyeret bayang-bayang lama kasus match fixing yang pernah melibatkan sepak bola kedua negara.
Laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung tersebut memang dimenangkan secara meyakinkan oleh Harimau Malaya. Bergson da Silva mencetak hattrick, ditambah gol dari Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah.
Namun kemenangan besar itu tidak cukup mengantar Malaysia ke final. Malaysia gagal melaju karena kalah produktivitas gol dari Timnas Indonesia yang di laga lain menghancurkan Bangladesh 9-2.
Sorotan Sejarah Match Fixing
Skor tidak lazim 6-0 membuat publik sepak bola di media sosial kembali mengungkit rekam jejak kelam kedua negara terkait pengaturan skor.
Malaysia:
Skandal terbesar terjadi pada awal 1990-an. Lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa terkait pengaturan skor. Tahun 1994 menjadi puncak kasus tersebut dengan sanksi berat, larangan bermain, hingga pemecatan puluhan pemain dari liga profesional Malaysia. Pada tahun 2018, Komisi Antirasuah Malaysia (SPRM) juga sempat menahan beberapa pemain Sarawak FA terkait dugaan pengaturan skor di Liga Malaysia.
Singapura:
Pada tahun 2013, Badan Kepolisian Eropa (Europol) mengungkap jaringan perjudian dan pengaturan skor sepak bola internasional terbesar yang beroperasi dari Singapura dan melibatkan 680 pertandingan di seluruh dunia. Nama Tan Seet Eng alias Dan Tan, warga negara Singapura, mencuat sebagai tokoh utama jaringan tersebut. Sebelumnya pada 2012, laga LionsXII vs Sarawak FA di Singapura juga menyeret pemain dan wasit asal Malaysia yang berujung hukuman penjara.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, turut mengomentari hasil tidak lazim di grup tersebut.
“Saya terheran-heran dengan skor akhir yang tidak lazim. Bayang-bayang rekam jejak match fixing kembali mencuat,” ujar Herdman usai laga Indonesia vs Bangladesh.
Analisis dan Kesimpulan
Secara resmi, tidak ada bukti dan tidak ada pernyataan dari penyelenggara FIFA ASEAN Cup 2026 yang menyatakan laga Malaysia vs Singapura terindikasi pengaturan skor. Kemenangan tersebut sah secara hasil pertandingan.
Namun sejarah panjang kedua negara membuat publik sulit melepaskan kecurigaan ketika terjadi skor mencolok. Hingga kini, Federasi Sepak Bola ASEAN dan Panitia Pelaksana belum mengeluarkan pernyataan terkait isu yang beredar di publik.
Publik kini menunggu apakah komite integritas turnamen akan melakukan penelusuran atau klarifikasi untuk menjaga kredibilitas ASEAN Cup 2026.












