
Dialog Jelang Senja
ESu
Mang
kalau kau disuruh
memilih
pilih Mak atau istrimu
Aku pulih Mak lah
mengapa
karena Mak telah berkorban
bertaruh nyawa
saat melahirkan dan
mengorbankan waktu
dan tenaga, harta
dan pikiran
untuk membesarkan aku
Aku tak bisa membalas
jasamu
Nak
mengapa kau tak
memilih istrimu
bukankah dia juga
telah banyak berkorban
untukmu
Dia korbankan
masa mudanya
dia korbankan kecantikannya
dia korbankan karier nya
dia persembahkan waktu
dan pikirannya
karena ia ingin menopang
hidipmu
Ia juga bertaruh nyawa
untuk melahirkan
anak-anakmu
Aku bangga punya anak
sepertimu Amang
tapi tidak cukup engkau
hanya berbakti pada Mak
tetapi juga
engkau harus menyayangi
istrimu
Jika kelak hidupmu
hingga usia senja
tentu ia yang akan menjadi
temanmu
Ia bukan makmu
bukan kakakmu
bukan adikmu
bukan anakmu
bukan saudaramu
Ia mau berkorban apa saja
dan ia rela hidup bersamamu
Amang
hormati Mak
dan sayangi istrimu
Kramat Raya 49
4 Oktober 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













