JAKARTA, MEDIA DAULAT RAKYAT – Ketika publik mendengar Maritime Partnership Programme (MPP) Indonesia-Inggris, persepsi yang sering muncul adalah proyek pengadaan kapal perang. Padahal, memahami MPP secara utuh, dasarnya jauh lebih besar dari itu. MPP adalah bagian dari hubungan strategis jangka panjang Indonesia-UK, dengan Babcock sebagai prime industrial partner.
1. Dasar Utamanya: Strategic Partnership Indonesia-UK
Pada November 2024, Indonesia dan Inggris sepakat memperdalam hubungan menjadi Strategic Partnership. Salah satu bidang yang secara eksplisit disebut adalah kerja sama maritime, defence industry, shipbuilding, fisheries dan blue economy.
Kemudian pada 20-21 Januari 2026, Strategic Partnership tersebut diformalkan dan dirancang sebagai hubungan jangka panjang sampai 2045.
Jadi MPP sebenarnya adalah salah satu kendaraan industri dari Strategic Partnership tersebut. Bukan program yang berdiri sendiri.
2. Indonesia Membutuhkan Transformasi Maritime Capability
Indonesia mempunyai wilayah laut yang sangat besar, tetapi industri perkapalan dan kemampuan membangun kapal berteknologi tinggi masih perlu diperkuat.
Karena itu MPP diarahkan pada:
- Pembangunan kapal untuk TNI AL;
- Pengembangan industri shipbuilding Indonesia;
- Transfer teknologi dan engineering capability;
- Peningkatan kemampuan supply chain lokal;
- Pendidikan dan training tenaga kerja;
- Modernisasi sistem maritime dan naval;
- Peningkatan interoperability dengan negara mitra.
Pemerintah Inggris sendiri menyebut bahwa kapal akan dibangun di Indonesia dengan dukungan expertise shipbuilding Inggris. Ini poin krusial: build in Indonesia, bukan build in UK.
3. Yang Menarik: Bukan Hanya Kapal Perang
Ini bagian yang menurut saya sangat penting untuk memahami peluang Babcock MPP.
MPP mencakup lebih dari 1.000 kapal untuk fishing fleet Indonesia, selain capability untuk navy. Tujuannya berkaitan dengan:
maritime industry -> fishing fleet -> seafood production -> food security.
Jadi MPP menyentuh pertahanan sekaligus ekonomi maritim dan ketahanan pangan.
Dengan kata lain: MPP bukan sekadar defence procurement programme. Ini adalah industrial-development programme yang menggunakan maritime industry sebagai penggeraknya.
Jika dikelola dengan benar, MPP bisa menjadi lompatan industri maritim Indonesia. Bukan hanya menambah alutsista, tapi membangun ekosistem: galangan, SDM, rantai pasok, perikanan, dan ketahanan pangan laut.
*Penulis: Donny Syahrullah – Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan
Tinggal di Yogyakarta












