TANJUNGPANDAN, MEDIA DAULAT RAKYAT – Sorak sorai di Bundaran Satam Tanjungpandan malam ini bukan sekadar keramaian biasa. Bundaran ikonik di pusat kota itu menjadi simbol euforia rakyat Belitung saat menyaksikan sejarah: Indonesia menaklukkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 lewat drama adu penalti.
Gambaran kemenangan Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta itu terasa seperti potret kebanggaan nasional yang meledak tepat di titik nol kilometer, pusat keramaian kota Tanjungpandan.
Ribuan Orang Padati Bundaran Satam
Pantauan Media Daulat Rakyat, sejak babak pertama dimulai, ribuan warga sudah memadati kawasan Bundaran Satam. Mereka datang dari berbagai penjuru, membawa bendera merah putih, memakai jersey Timnas, hingga atribut Garuda di dada.
Layar besar yang dipasang di kawasan Titik Nol KM menjadi pusat perhatian. Setiap serangan Indonesia disambut teriakan, setiap penyelamatan disambut tepuk tangan membahana.
Ketika peluit akhir dibunyikan dan Indonesia dipastikan menang 5-4 lewat adu penalti setelah imbang 2-2 hingga extra time, suasana pecah.
“INDONESIA! INDONESIA! JUARA!”
Teriakan itu bergema tanpa henti. Bendera berkibar, drum ditabuh, terompet bersahutan, klakson motor dan mobil membunyikan kemenangan.
Saksi Sejarah Emosi Kolektif
Bundaran Satam, dengan ikon batu satam di tengahnya yang menjadi kebanggaan Belitung, malam ini seakan menjadi saksi sejarah.
Bagaimana sebuah kemenangan olahraga bisa menyatukan emosi kolektif masyarakat. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Semua larut dalam satu rasa: bangga menjadi Indonesia.
Para pedagang kaki lima ikut bersorak, anak-anak naik ke bahu orang tuanya sambil melambaikan bendera kecil, para pemuda menyalakan flare merah, dan orang tua pun tak kuasa menahan air mata haru.
“Kami nonton dari awal, jantung mau lepas. Pas Dean James cetak gol, kami kira sudah menang. Eh disamakan Thailand. Tapi akhirnya penalti kita menang. Ini sejarah untuk Indonesia, dan kami rayakan di jantung Belitung,” kata seorang warga yang nonton bareng di Bundaran Satam.
Pesta Rakyat Hingga Tengah Malam
Hingga pukul 23.30 WIB, kerumunan masih bertahan. Aparat Dishub dan kepolisian mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat karena luapan massa. Namun semua berjalan tertib, penuh sukacita.
Kemenangan ini bukan hanya milik pemain di Jakarta, tapi milik seluruh rakyat, termasuk warga di ujung pulau seperti Belitung.
Dari Bundaran Satam, Tanjungpandan, Belitung – untuk Indonesia Juara.
Laporan: Tim Liputan Belitung – Media Daulat Rakyat












