Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • GUNUNG ANAK KRAKATAU ERUPSI DUA KALI DALAM SEMALAM, ABU CAPAI 2,7 KILOMETER – STATUS TETAP LEVEL II WASPADA
InShot 20261006

GUNUNG ANAK KRAKATAU ERUPSI DUA KALI DALAM SEMALAM, ABU CAPAI 2,7 KILOMETER – STATUS TETAP LEVEL II WASPADA

LAMPUNG, MEDIA DAULAT RAKYAT – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dua kali dalam semalam, Senin (5/10/2026) malam, dengan letusan beruntun yang membuat warga pesisir Selat Sunda waspada.

Abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian sekitar 2,7 kilometer, sementara status gunung tetap Level II Waspada dan masyarakat diminta menjauh minimal 2 km dari kawah aktif.

Kronologi Erupsi

Erupsi pertama: terjadi pukul 20.13 WIB, masih berlangsung saat laporan awal dibuat.

Erupsi kedua: pukul 20.28 WIB, dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 61 detik.

Abu vulkanik: BMKG dan VAAC Darwin mencatat material mencapai 9.000 kaki (±2,7 km), bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 9 km/jam.

Status & Imbauan

Level II Waspada: belum ada kenaikan status meski terjadi dua kali erupsi dalam satu malam.

Radius aman: masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif.

Risiko penerbangan: BMKG mengingatkan potensi gangguan visibilitas dan mesin pesawat akibat sebaran abu vulkanik di jalur Selat Sunda.

Kutipan Penting

Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi:
“Kalau erupsinya terus berlanjut lagi, besar kayak kemarin, ya mungkin. Tapi kalau kayak gini, sekali dua kali, ya ada sisa energi kemarin yang kebuang.”

Forecaster BMKG Maritim Lampung, Eka Suci Puspita:
“Pada 5 Oktober terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau sebanyak dua kali, yaitu pada pukul 20.13 WIB dan 20.28 WIB.”

Kondisi Lingkungan

Visual: kolom erupsi tidak teramati jelas karena tertutup kabut.

Cuaca sekitar: cerah hingga mendung, suhu 27–32°C, kelembapan 69–87%.

Asap kawah: berwarna putih, intensitas tipis hingga sedang, setinggi 10–50 meter sebelum erupsi.

Analisis Singkat

Erupsi ini tidak langsung menandakan peningkatan signifikan aktivitas vulkanik, melainkan pelepasan energi sisa dari aktivitas sebelumnya.

Namun, potensi bahaya tetap tinggi karena abu vulkanik bisa mengganggu penerbangan dan kesehatan pernapasan warga pesisir.

Pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas akan berlanjut seperti periode erupsi besar sebelumnya.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BMKG.

Laporan: Tim Mitigasi – Media Daulat Rakyat

Artikel Terkait

IMG 20261008 WA7261

PT Pelindo Regional 2 Tanjungpandan…

TANJUNGPANDAN, Media Daulat Rakyat – Kepedulian…