MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR – Kota Manggar, Kabupaten Belitung Timur, hari ini, Jumat (9/10/2026) memperingati Hari Jadi ke-155. Peringatan usia lebih dari satu setengah abad ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang Manggar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan di ujung timur Pulau Belitung.
Perayaan HUT ke-155 tahun ini mengusung tema resmi “Manggar Bejaye, Beltim Maju Besame”. Tema tersebut menekankan semangat kebersamaan, keberlanjutan pembangunan, dan kebangkitan ekonomi pasca tambang.
Sejarah Singkat Kota Manggar
Manggar tumbuh dari kawasan pesisir timur Pulau Belitung. Pada masa awal, denyut kehidupan kota tidak lepas dari aktivitas permukiman pejabat dan pengelola PT Timah di masa kejayaan pertambangan timah. Dari kawasan pesisir inilah, interaksi sosial, ekonomi, dan pemerintahan mulai terbentuk.
Seiring waktu, Manggar berkembang menjadi kota yang majemuk. Berbagai etnis dan budaya berbaur menciptakan harmoni khas Belitung Timur yang dikenal toleran dan terbuka. Dalam dokumen tata ruang Kabupaten Belitung Timur, Manggar kemudian ditetapkan sebagai pusat kegiatan wilayah dan pusat pemerintahan.
Rangkaian Peringatan HUT ke-155
Puncak peringatan HUT ke-155 Kota Manggar dipusatkan di Gedung DPRD Kabupaten Belitung Timur. Rangkaian acara diawali dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Belitung Timur yang dihadiri Forkopimda, jajaran eksekutif, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat Manggar.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kementerian Agama Belitung Timur. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, persatuan, dan kemajuan daerah.
Jejak Kepemimpinan
Sejarah Manggar tidak bisa dilepaskan dari estafet kepemimpinan daerah. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005–2006. Jauh sebelum itu, sejak 1994, Ahok telah menggagas Kawasan Industri Air Kelik sebagai upaya transformasi ekonomi pasca tambang.
Estafet kepemimpinan kemudian berlanjut dari Khairul Effendi, Basuri Tjahaja Purnama, Yuslih Ihza Mahendra, Burhanudin, hingga Kamarudin Muten yang menjabat sebagai Bupati Belitung Timur sejak 2025. Setiap periode membawa kebijakan dan tantangan tersendiri dalam membangun Belitung Timur.
Makna 155 Tahun
Angka 155 bukan sekadar angka usia. Bagi masyarakat Belitung Timur, angka tersebut menjadi simbol kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan para pendahulu dalam membentuk karakter Kota Manggar.
Dari kota yang bertumpu pada ekonomi tambang, Manggar kini terus bergerak menuju diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor industri, pariwisata, UMKM, dan pelayanan publik yang berdaya saing.
Peringatan Hari Jadi ke-155 ini diharapkan menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan Manggar yang lebih inklusif, dengan tetap menjaga akar sejarah dan identitas budaya sebagai Kota 1001 Warung Kopi.
Laporan: Redaksi Beltim – Media Daulat Rakyat












