
Menarik Rem Darurat
ESuKemarin rumah kita
adalah rumah bagi ribuan cita
tetapi mengapa hari ini
mereka berbalik arah
meninggalkan selasar
kampus yang mulai lelah
Mari tatap cermin ini
dengan mata hati
yang paling dalam
Kita menghitung angka
yang paling kelam
Kita merasa menara ini
tak akan runtuh oleh tiupan angin
Hingga merasa nyaman
dan tertidur di kursi goyang
Namun lihat kemerosotan
bukan saja di atas kertas
tetapi para civitas tangguh
kini kehilangan motivasi
di balik angka-angka
yang menurun, ternyata
terlalu banyak jiwa-jiwa yang mati
dedikasi mereka tak mendapat
jempol juga tidak mendapat apresiasi
Mereka melangkah
tanpa gairah
mereka kehilangan arah
Bagimana mungkin
kita meminta agar dunia luar
percaya
jika kita yang di dalam
tak lagi punya harga
Tarik rem tangan
yang kuat
bukan karena marah
tetapi karena kesadaran
mulai merayap
Jangan biarkan kapal ini
karam lantas tenggelam
Kini saatnya merombak
fondasi
meruntuhkan ego dan ragu
Langkah besar ini
harus dimulai dari dalam diri
menghargai setiap
tetes keringat
peluklah mereka dengan hangat
Runtuhkan sekat birokrasi
buka telinga dan buka hati
Beri mereka penghargaan
bukan instruksi dan beban
Menara ini akan kembali
tegak jika para penggerak dan
ujung tombak saling percaya
kerja dengan rasa aman
Pisangan Timur
14 Oktober 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













