
Sabar Nduk
ESuMau sampai kapan pak
engkau selalu bilang
sabar nduk
sabar
Kalau diam
tidak mau melangkah
ya tak akan ada perubahan
Semua ada batas
ada waktunya
kalau dia tak mau turun
Ia akan diturunkan oleh angin
diturunkan oleh hujan
diturunkan oleh badai dan gelombang
Ia akan diturunkan oleh api
atau ia akan masuk
ke dalam tanah yang menganga
lalu tanah itu dikatupkan
Tapi sampai kapan pak
Ya tunggu saja
Satrio piningit
akan datang dan membebaskan
Ia ada di mana?
Ia sudah dekat
ada disekitar kita
Jadi aku bisa meminta
bantuannya
Bisa
Cuma aku belum melihatnya
Aku belum jumpa dengannya
Ia berdiri di luar pagar
sambil mengamati
apa saja yang terjadi
Pada waktunya
Ia akan masuk dan
untuk menata kursi dan
bangku-bangku ini
Ah
Bapak cuma mimpi
bapak hanya ingin
meredakan marahku
yang sudah memuncak
Aku tak sendiri lho Pak
mereka seumpama
ranting kering
sedikit saja ada pemantik
mereka akan terbakar
dan berkobar
Sabar nduk
sabar
Pisangan Timur
15 Oktober 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













