intisari berits
- Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menutup Rakernas PSI 2026 dengan pidato berapi-api, namun terharu tak bisa membaca teks yang disiapkan dan menahan tangis, disambut tepuk tangan meriah.
- Ia menegaskan komitmen memajukan partai dengan penuh dedikasi, bahkan menyatakan akan “peras semua darah” untuk kemenangan PSI, serta mengajak kader bersatu padu guna meraih kemenangan Pemilu 2029.
- Momen emosional ini menunjukkan kedekatannya dengan kader dan semangat bersama membangun PSI menjadi kekuatan politik nasional.
Jakarta – Pada akhir sesi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tahun 2026, suasana yang semula penuh semangat tiba-tiba terisi emosi mendalam ketika Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, berjalan ke panggung untuk menyampaikan pidato penutupan.
Diberi kesempatan untuk membacakan teks pidato yang telah disiapkan dengan cermat, perasaannya yang tumpah ruah membuatnya tak mampu melanjutkan pembacaan. Di hadapan ratusan kader dan pengurus yang datang dari berbagai daerah Indonesia, ia terlihat menahan tangis, dengan suara yang bergetar ketika mengungkapkan,
“Saya sebenarnya harus membaca teks pidato ini, tapi saya enggak bisa. Mohon maaf,” ucapnya, yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah yang menyemangati dan menyatukan seluruh hadirin.
Meskipun masih terharu, Kaesang segera menyusun diri dan menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk memajukan dan membesarkan partai.
“Saya sebagai ketua umum saya akan peras semua darah saya untuk memenangkan PSI,” tegasnya dengan nada teguh, menunjukkan dedikasi yang mendalam terhadap perjuangan partai yang telah dipercayakan kepadanya.
Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut bukan hanya ucapan kosong, melainkan akan diwujudkan melalui kerja keras, inovasi, dan kerja sama yang erat dengan seluruh elemen dalam partai.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh kader, pengurus, dan pendukung PSI untuk tetap bersatu padu dan bekerja sama secara sinergis, dengan tujuan bersama untuk meraih kemenangan pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2029.
Momentum emosional ini menjadi bukti nyata kedekatan antara Ketua Umum dengan kader, serta semangat bersama untuk membawa PSI menjadi kekuatan politik yang lebih besar dan berpengaruh di panggung nasional.
Hadirin menyatakan dukungan penuh terhadap Kaesang, dengan harapan bahwa semangat yang tergambar dalam Rakernas ini akan terus terjaga dan menjadi pendorong perjuangan partai ke depan.












