
Kehilangan Pesona
ESuPada tampilan baru
para pemirsa
nitizen
sudah menunggu
lakon sang aktor
permainan apa yang akan
disuguhkan
Yang dinanti
bukan tampilan wajah
tetapi acting dan gerak langkah
tanpa topeng
tanpa penari pengiring
Seribu kali kau berjanji
orasi kanan kiri
meraka menanti bukti
bukan pidato di gerbang sunyi
yang memantul hanya
kebisingan tiada arti
Pesona makin pudar
dimakan oleh kata-kata
yang keluar dari mulut sendiri
Tak perlu banyak cakap
bekerjalah dalam sunyi tapi pasti
kalau kau sudah berhasil
baru kau publikasi
Mereka menilai
kau bekerja sesuka hati
bukan program atau rencana
tapi apa yang terlintas
di hatimu
sekelebat muncul
dalam pikiranmu
lalu kau anggap itu
undang-udang baru
kau tak efisien
orang-orang di sekitarmu
korup
selalu mengintip peluang
apalagi yang bisa
kucuri
Dengar suara kami
berprsangkalah baik
kepada kami
Jika terus saja
ulahmu seperti itu
mereka muak
tak lagi memandang
dengan penuh harap
karena engkau
Telah kehilangan pesona
30 Juli 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














