Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Pembatalan 209 Penerbangan, BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada
InShot 20260906

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Pembatalan 209 Penerbangan, BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 6 September 2026 – Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 4 September 2026 terus berdampak hingga Minggu, 6 September 2026. Sebaran abu vulkanik menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan dan memicu imbauan resmi dari BMKG serta pemerintah daerah di wilayah terdampak.

Dampak pada Penerbangan
Sebanyak 50 SIGMET abu vulkanik telah diterbitkan BMKG untuk keselamatan navigasi udara. Sejumlah bandara terdampak penutupan sementara, yakni Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, dan Budiarto Tangerang. Penutupan dilakukan sesuai perkembangan sebaran abu.

Menurut laporan Popmama.com, penutupan Bandara Soekarno-Hatta sempat membatalkan 209 penerbangan dan berdampak pada 22.798 penumpang.

Popmama.com menulis:

“Erupsi Gunung Anak Krakatau berstatus Level III Siaga dan kembali erupsi sejak 4 September 2026, dengan aktivitas berlanjut hingga 6 September serta menampilkan semburan lava pijar.”

Fenomena Atmosfer
BMKG mendeteksi adanya petir vulkanik dan gangguan geomagnetik dengan intensitas lebih rendah dibandingkan letusan awal.

Analisis sensor tsunami gauge menunjukkan tidak ada anomali muka air laut. Dengan demikian potensi tsunami di Selat Sunda dinyatakan rendah.

ANTARA News melaporkan:

“BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik… namun intensitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal.”

Sebaran Abu Vulkanik
Sebaran abu dilaporkan sudah mencapai lima provinsi.

Viva.co.id mencatat:

“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah menyebar di atmosfer menuju lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.”

Di wilayah Jabodetabek termasuk Depok, warga melaporkan adanya endapan abu di kendaraan dan permukiman.

Imbauan Resmi
BMKG mengimbau masyarakat di pesisir Selat Sunda untuk tetap waspada, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, serta instansi terkait.

Pemerintah daerah juga memperketat pemantauan kualitas udara di wilayah terdampak abu vulkanik, termasuk Jabodetabek. Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruang dan menggunakan masker N95 saat beraktivitas di luar rumah.

Aktivitas Anak Krakatau hingga 6 September 2026 berdampak signifikan pada sektor penerbangan dan kualitas udara. Meski potensi tsunami rendah, masyarakat pesisir dan pengguna jasa penerbangan diminta terus memantau perkembangan dari sumber resmi.

Artikel Terkait

InShot 20260906

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau…

MEDIA DAULAT RAKYAT BANDAR LAMPUNG, 6…

InShot 20260906

Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan…

: MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN,…

InShot 20260906

Semua Penerbangan di Bandara Halim…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 6 September…