Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Anak Krakatau: Gunung “Kecil” dengan Tubuh Raksasa di Dasar Laut
InShot 20260907

Anak Krakatau: Gunung “Kecil” dengan Tubuh Raksasa di Dasar Laut

MEDIA DAULAT RAKYAT LAMPUNG, 6 September 2026 – Gunung Anak Krakatau sering tampak kecil dari permukaan laut. Namun analisis para pakar geologi menunjukkan sebaliknya. Tubuh vulkanik gunung ini menjulang jauh ke dasar laut dengan volume mencapai miliaran meter kubik dan tinggi total bisa 700–800 meter. Erupsi besar pada 2018 bahkan mengubah drastis bentuk dan ukuran gunung ini.

Analisis Pakar & Data Geologi

1. Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
Penelitian pasca-erupsi 2018 menggunakan Multibeam Echosounder mencatat adanya pendangkalan dasar laut rata-rata 14,73 meter dengan luas 38,5 km². Longsoran besar juga menghilangkan sekitar 64 hektar daratan Anak Krakatau. Perubahan ini disebut memengaruhi pola arus dan gelombang di sekitar Selat Sunda.

2. Universitas Lampung (UNILA)
Analisis topografi dengan data DEMNAS dan foto udara menunjukkan penurunan signifikan setelah erupsi Desember 2018.
Ketinggian puncak turun dari 260 meter menjadi 158 meter.
Volume gunung berkurang dari 164,8 juta m³ menjadi 126,6 juta m³.
Kawah baru berdiameter 385 meter terbentuk dan kini terisi air laut.

3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
Kajian jangka panjang mencatat pertumbuhan Anak Krakatau sejak pertama kali muncul tahun 1929 rata-rata 4 meter per tahun.
Pada tahun 2000, volume tubuhnya dari dasar laut sudah mencapai 5,52 km³.
PVMBG memperkirakan jika tren ini berlanjut, volume Anak Krakatau bisa melampaui volume gunung induk Krakatau sebelum letusan 1883.

Perbandingan Data Utama
Sumber Ketinggian Puncak Volume Tubuh Catatan Penting
ITERA (2019) – – Pendangkalan laut 14,73 m, hilang 64 ha daratan
UNILA (2021) Turun dari 260 m ke 158 m Turun dari 164,8 juta m³ ke 126,6 juta m³ Kawah baru 385 m terisi air laut
PVMBG (2000) 315 m 5,52 km³ Pertumbuhan rata-rata 4 m/tahun
Argumentasi yang Diperkuat Data

  1. Kesan visual menipu: Dari permukaan laut Anak Krakatau tampak kecil, padahal struktur vulkaniknya menjulang dari dasar laut dengan volume raksasa.
  2. Perubahan dramatis pasca-erupsi 2018: Longsoran besar mengurangi ketinggian dan volume, sekaligus membentuk kawah baru yang kini terisi laut.
  3. Pertumbuhan jangka panjang: Sejak 1929 gunung ini terus bertambah tinggi. Volumenya mendekati skala Krakatau sebelum letusan 1883.
  4. Implikasi geologi: Anak Krakatau bukan sekadar pulau kecil. Ini adalah struktur vulkanik kompleks yang terus berubah dan berpotensi memengaruhi ekosistem laut serta aktivitas seismik di Selat Sunda.

Hingga saat ini PVMBG masih menetapkan status Level III Siaga untuk Anak Krakatau menyusul erupsi terbaru pada 5 September 2026.

Artikel Terkait

InShot 20260907

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 10…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, 7 September…

InShot 20260907

Polres Belitung Ungkap Dua Kasus…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 7 September…

Oplus

Lahan Kosong 1 Hektare di…

MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR, 7…