
Cinta di tengah kemarau
ESuTanah retak membisu
di bawah langit yang abu-abu
Angin berdebu membawa
sisa-sisa rindu
yang layu
Pohon-pohon yang hijau
kini mengering, meranggas
menyisakan gersang di dada
Di luar sana
di tanah yang gundul
masih ada satu dua pohon
yang masih berpucuk hijau
Seperti pohon itu genggaman
tanganmu pada tanganku
tak mau kau lepaskan
Kita tak membiarkan
cinta kita menjadi gersang
Di dada kita
masih ada api
yang terus menyala
bukan api yang menghanguskan
tetapi api yang menghangatkan
Sumpah setia yang pernah
kau ucapkan
masih terngiang di telinga
masih terpatri di dalam hati
tak lekang
di dera panas
dan tak lapuk dimakan hujan
Di tanah yang paling
tandus dan gundah ini
Kau berbisik padaku
‘Kita tak perlu takut
pada hari esok yang penuh
misteri
Sebab cinta kita
pernah belajar pada sepi
Yang sejati tak pernah
padam dan layu’
Umbara, 21 September 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













