Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Opini
  • OPINI: Sudah Saatnya Belitung Punya Depo Pertamina Sendiri
InShot 20260923

OPINI: Sudah Saatnya Belitung Punya Depo Pertamina Sendiri

1000971376

Oleh: Akhlanudin

Sudah terlalu lama Belitung hidup dalam ketidakpastian BBM. Hampir setiap tahun, drama yang sama terulang. Antrean panjang mengular di SPBU. Stok Pertamax kosong total. Pertalite dibatasi ganjil-genap. Pengecer bermain dengan kartu kendali. Dan masyarakat yang selalu jadi korban.

Jika kita jujur, akar masalahnya bukan sekadar ulah oknum dengan QR Code ganda atau plat palsu. Akar masalahnya adalah struktur distribusi kita yang sangat rapuh. Belitung hingga hari ini tidak memiliki Depo Pertamina sendiri.

Kita masih sangat tergantung pasokan dari daratan Bangka, dari Tanjung Gerem, bahkan harus menunggu kapal ASDP hanya untuk mendatangkan 48 kiloliter Pertamax. Bayangkan, sebuah kabupaten dengan aktivitas pariwisata, pertambangan, dan perikanan yang tinggi, nasib energinya ditentukan oleh cuaca di selat dan jadwal kapal.

Ini tidak masuk akal dan tidak adil.

Pembangunan Depo Pertamina di Belitung bukan lagi sekadar wacana, tapi kebutuhan mendesak dan darurat.

Pertama, untuk ketahanan stok. Dengan depo sendiri, Belitung bisa memiliki cadangan BBM untuk 15 hingga 30 hari, bukan hanya 7 hari seperti sekarang. Ketika gelombang tinggi atau kapal docking, warga tidak perlu panik.

Kedua, untuk memutus mata rantai spekulan. Selama pasokan seret, pengecer nakal akan selalu ada. Mereka menimbun, menjual di atas HET, dan menciptakan kepanikan buatan. Jika stok di depo melimpah, permainan kotor ini akan mati dengan sendirinya. Hukum ekonomi berlaku: kelangkaan menciptakan mafia, kelimpahan membunuh mafia.

Ketiga, untuk efisiensi ekonomi. Berapa kerugian yang dialami nelayan yang tidak bisa melaut karena tidak dapat solar? Berapa kerugian sopir travel dan UMKM pariwisata karena tamu batal akibat antrean BBM? Biaya yang hilang itu jauh lebih besar daripada biaya investasi membangun satu depo.

Pemerintah daerah, DPRD, dan Pertamina tidak bisa lagi saling lempar tanggung jawab. Bupati Belitung dan Bupati Belitung Timur harus satu suara. Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten harus menjadikan ini sebagai perjuangan politik bersama di Senayan.

Jangan tunggu sampai Belitung lumpuh total baru kita bergerak.

Antrean di SPBU Jalan Baru dan Jalan Gatot Subroto hari ini adalah alarm keras. Alarm bahwa Belitung sudah tidak bisa lagi diperlakukan sebagai pulau pinggiran dalam peta energi nasional.

Sudah waktunya Belitung punya Depo Pertamina sendiri. Titik.

Artikel Terkait

InShot 20260923

Aturan Baru BBM Subsidi di…

MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, Selasa 23…

InShot 20260923

Reses DPRD Belitung Diserbu Keluhan…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, Selasa 23…

InShot 20260923

Pilkades Belitung Memasuki Masa Sanggah,…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, Selasa 23…