Jakarta,— Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menggelar pertemuan tertutup di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (7/4) malam.
Dalam suasana yang hangat dan akrab, Prabowo hadir dengan mengenakan baju krem dan celana hitam, sementara Megawati tampak anggun dengan busana bermotif bunga. Pertemuan berlangsung selama sekitar 1,5 jam dan dinilai sebagai bentuk silaturahmi yang mencerminkan hubungan baik antara kedua tokoh nasional tersebut.
“Pak Prabowo dan Bu Mega memang hubungannya selama ini baik-baik saja dan bersahabat. Sehingga, pertemuan semalam itu adalah pertemuan kekeluargaan, akrab dan hangat,” ujar Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan bahwa pertemuan itu menjadi wadah tukar pikiran mengenai masa depan Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika global. Megawati, sebagai mantan Presiden, turut berbagi pengalaman dan pandangan strategis terkait pembangunan nasional dan ketahanan menghadapi tantangan masa depan.
“Pembicaraan lebih banyak berlangsung empat mata. Lebih ke bagaimana menghadapi situasi global. Keduanya bertukar pikiran dan pengalaman. Bu Mega kan juga punya pengalaman memimpin Indonesia, termasuk di masa krisis,” jelas Dasco.
Sinyal hubungan baik antara Prabowo dan Megawati sebelumnya juga terlihat dalam pidato politik Prabowo pada HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada 15 Februari 2025. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan rasa hormatnya kepada Megawati dan menolak segala bentuk upaya menjelek-jelekkan dirinya.
“Maaf kalau ada yang mau jelek-jelekan Ibu Mega, saya tidak suka. Karena saya juga mengerti apa yang beliau buat untuk Republik ini,” ujar Prabowo saat itu.
Ia pun menegaskan bahwa seluruh mantan Presiden RI memiliki kontribusi masing-masing yang menjadi fondasi bagi pembangunan Indonesia hari ini.
“Jadi apa yang saya lakukan sekarang, saya katakan ini karena letak pondasi dasar dibuat oleh Presiden-presiden terdahulu,” tambahnya.
Pertemuan ini dinilai sebagai sinyal kuat atas komitmen bersama menjaga persatuan dan kondusivitas nasional, terutama di tengah dinamika politik dan tantangan global yang kompleks.












