
Manggar Belitung Timur hujan lebat disertai angin kencang hari ini begitu penuturan Fezzi Uktolseja pagi (30/5/2025),
“Di pasar Lipat Kajang Manggar pasokan ikan berkurang karena nelayan enggan melaut pada kondisi cuaca yang tidak bersahabat”, Ujar Ketua DPRD kabupaten Belitung Timur ini
Pulau Belitung terkena dampak dari kemarau basah, Fenomena kemarau basah terjadi ketika hujan masih turun dengan intensitas tinggi meskipun Indonesia sudah memasuki musim kemarau.
Biasanya, musim kemarau identik dengan cuaca panas dan langit cerah, tetapi dalam kondisi ini, kelembapan udara tetap tinggi sehingga hujan tetap terjadi di berbagai daerah
Beberapa faktor yang menyebabkan kemarau basah di Indonesia antara lain:
- Suhu permukaan laut lebih hangat dari biasanya, meningkatkan penguapan dan pembentukan awan hujan
- Fenomena La Niña, yang menyebabkan pendinginan suhu muka laut di Pasifik timur dan meningkatkan konveksi di wilayah Indonesia
- Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, yang memperkuat pembentukan awan dan hujan di Samudra Hindia bagian timur
- Gangguan atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator, yang membawa kelembapan tinggi ke Indonesia
Menurut BMKG, kemarau basah di Indonesia diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus 2025, sebelum memasuki masa transisi atau pancaroba pada September hingga November
Fenomena ini dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pertanian dan kesehatan, karena pola cuaca yang tidak menentu












