Tunas itu kini berbunga
ESu
Tak selalu kerja itu
diukur dengan uang
berapa nominal
Masih ada
anak-anak muda
yang punya idealisme
mau berbagi dengan tenaga
dan ilmunya
Aku juga
ingin menanam
seperti abah menyemai
benih
menunggu hingga
bibit itu tumbuh
tunas mulai berdaun
akar makin kokoh
dan pohonpun belajar
berbuah
Abah tersenyum
karena bibit yang dulu
disemai
kini telah tumbuh
dan berbuah
Kalau semua orang
untuk memulai
sudah berhutung
untung rugi
lalu apa arti kontribusi
Abah telah memulai
kami lalu mengikuti
Semangat yang tak
pernah padam
tak hitung-hitungan
Kebahagiaan hati
kepuasan batin
bikin hidup
tak berbeban
Ada pasang surut
ada kegagalan
kadang ditipu
dan dibohongi
Tak perlu sakit hati
itu semua dinamika
kehidupan
makin jelas
siapa yang bertopeng
dan siapa yang tampil polos
apa adanya
Semua itu
adalah pelajaran
Aku berguru kepada
siapa saja
Masih ada
Anak-anak muda
yang rela diajak menderita
untuk sebuah cita-cita
Jangan khawatir bah
kini giliranku
ambil bagian dalam
melanjutkan ide dan
gagasanmu
Tunas lama
semakin kokoh berdiri
tunas baru
datang melengkapi
hingga aneka tetumbuhan
berwarna warni
Tak selalu
kerja itu diukur
dengan uang
dan berapa nominalnya
Abah
Aku juga ingin
punya legasi
senyum saat menanam
gembira saat tunas telah
berbunga
Pondok Petir
8 Juni 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia








