Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Rosan Roeslani Tegaskan Investasi Harus Berdampak Nyata pada Lapangan Kerja
Inshot 20250612 165909898

Rosan Roeslani Tegaskan Investasi Harus Berdampak Nyata pada Lapangan Kerja

Inshot 20250612 165909898

Jakarta – Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyoroti potensi ekonomi Indonesia yang sangat besar di sektor energi terbarukan, hilirisasi industri, dan infrastruktur digital. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan perlu segera direalisasikan melalui reformasi menyeluruh.

“Potensi energi terbarukan kita mencapai sekitar 3.700 gigawatt. Tapi kapasitas terpasangnya baru sekitar 15 gigawatt—kurang dari 1%,” ujar Rosan.
“Ini termasuk tenaga surya, air, biomassa, pasang surut, hingga panas bumi. Khusus panas bumi, kita salah satu yang terbesar di dunia, terutama di Jawa dan Sumatera.”

Untuk mempercepat pemanfaatan potensi ini, Kementerian Investasi membentuk Satuan Tugas Regulasi guna memperbaiki iklim investasi. Selain itu, sistem perizinan Online Single Submission (OSS) terus diperkuat, dengan enam kementerian yang sudah terintegrasi dan target total 18 kementerian/lembaga.

“Investor tak suka ketidakpastian. Investasi itu komitmen jangka panjang, beda dengan perdagangan,” katanya.
“Karena itu, kami ingin memastikan regulasi yang mendukung imbal hasil, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.”

Di sektor hilirisasi, pemerintah kini fokus pada 4–5 dari total 23 komoditas dalam peta jalan nasional. Salah satunya adalah nikel, dengan Indonesia memiliki 42% cadangan dunia, terutama di Sulawesi dan Maluku.

Rosan juga menyoroti pengembangan industri berbasis rakyat seperti rumput laut dan kelapa. Indonesia merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia, sementara hilirisasi kelapa tengah dikembangkan melalui proyek di Morowali yang akan direplikasi ke daerah lain.

“Ini bentuk investasi yang langsung menyentuh masyarakat, terutama petani. Nilainya mungkin tak besar, tapi dampaknya besar untuk penciptaan pekerjaan,” jelasnya.

Pada sektor digital, nilai ekonomi digital Indonesia kini sekitar 130 miliar dolar AS, dan diperkirakan mencapai 360 miliar dolar AS pada 2030. Sektor pusat data dinilai punya potensi besar dengan kapasitas terpasang 600 megawatt dari total potensi 3,7 gigawatt.

Sebagai CEO Danantara, Rosan menekankan pentingnya kolaborasi. Danantara kini mengelola lebih dari 900 miliar dolar AS aset BUMN dengan visi mendorong konsolidasi dan privatisasi strategis.

“Kami tak bisa bekerja sendiri. Saat ini ada 50 holding BUMN dan 889 perusahaan. Maka kami ingin berpartner dengan swasta, dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
“Danantara siap menanamkan modal bersama mitra yang sejalan.”

Di akhir pemaparannya, Rosan mengingatkan bahwa semua strategi ini pada dasarnya bertujuan menjawab kebutuhan paling mendasar: penciptaan pekerjaan.

“Setiap tahun, ada sekitar 2 juta bayi lahir. Itu artinya kebutuhan lapangan kerja akan terus naik. Kami ingin memastikan investasi yang masuk benar-benar berdampak pada penciptaan pekerjaan yang berkualitas,” tutup Rosan.

Artikel Terkait

InShot 20261014

Puisi Puisi Edy Sukardi

Menarik Rem Darurat Kemarin rumah kitaadalah…

IMG 20261014 WA1836

BREAKING: KPK OTT di BNPB,…

JAKARTA, MEDIA DAULAT RAKYAT – Komisi…

InShot 20261014

Menakar Kinerja Bupati Belitung Djoni…

TANJUNGPANDAN, MEDIA DAULAT RAKYAT – Dilantik…