
Teheran, 16 Juni 2025 – Iran telah meluncurkan serangan terbaru terhadap Israel dengan menggunakan rudal balistik berpemandu jenis baru bernama Haj Qassem. Menurut laporan dari kantor berita FARS, rudal ini menghantam sejumlah target di Israel dalam gelombang serangan yang berlangsung dari Sabtu malam hingga Minggu pagi, 15 Juni 2025
Rudal Haj Qassem dinamai untuk menghormati Qasem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds—unit elit dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)—yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di Irak pada tahun 2020
Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Aziz Nasirzadeh, menyatakan bahwa rudal ini memiliki kemampuan untuk menembus sistem pertahanan canggih seperti Iron Dome milik Israel dan THAAD yang ditempatkan oleh militer AS
Serangan dan Dampak
Serangan ini terjadi sebagai respons terhadap serangan udara Israel sebelumnya, yang diduga menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran
Iran mengklaim bahwa rudal Haj Qassem memiliki kecepatan hipersonik, sistem navigasi canggih, serta kemampuan untuk menghindari peperangan elektronik
Menurut laporan dari Al Jazeera, rudal ini berhasil melewati sistem pertahanan udara Israel, menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa wilayah, termasuk Haifa dan Tel Aviv
Serangan ini mengakibatkan sedikitnya 10 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka
Reaksi Internasional
Israel membantah bahwa Iran menggunakan rudal baru dalam serangan ini, mengklaim bahwa rudal yang digunakan adalah jenis yang sama seperti dalam konflik sebelumnya pada April dan Oktober 2024
Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutu regionalnya telah mengutuk serangan ini dan memperingatkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah
Para analis militer menyebut bahwa penggunaan rudal Haj Qassem menunjukkan kemajuan teknologi militer Iran, yang semakin sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan konvensional












