
Jakarta — Dunia musik Indonesia berduka. Penyanyi legendaris Hamdan ATT meninggal dunia pada Selasa, 1 Juli 2025 pukul 12.00 WIB di kediamannya di Kramat Jati, Jakarta Timur. Kabar duka ini disampaikan oleh putrinya, Aisyah, yang mengonfirmasi kepergian sang ayah kepada media. Kepergiannya menandai akhir dari sebuah era dalam musik dangdut Tanah Air.
Hamdan ATT, yang lahir dengan nama Hamdan Attamimi di Kepulauan Aru, Maluku, pada 27 Januari 1949, adalah sosok yang merentangkan perjalanan karier lebih dari lima dekade. Sejak muda, ia menunjukkan ketertarikan besar pada musik dan sempat membentuk band lokal terinspirasi dari The Shadows. Karier musik nasionalnya dimulai pada akhir 1960-an saat bergabung dengan grup Nada Buana dan tampil rutin di TVRI, membuka jalan menuju panggung-panggung yang lebih besar.
Namanya melejit berkat lagu-lagu bernuansa melankolis seperti Termiskin di Dunia, Dingin, Bekas Pacar, Mabuk Judi, dan Sakit Hati. Suara khasnya yang lembut dan penuh vibrato membuatnya identik dengan gaya dangdut yang menyayat hati. Ia dikenal sebagai pelopor dangdut melankolis—suatu warna yang tetap bertahan di hati para penikmat musik lintas generasi.
Hamdan tak hanya produktif merilis puluhan album dan ratusan lagu, tetapi juga menjadi jembatan antara generasi penyanyi lama dan baru. Di tengah kemunculan musik dangdut modern, ia tetap tampil konsisten hingga dekade 2010-an, membuktikan bahwa kekuatan lirik dan suara masih punya tempat penting dalam industri yang cepat berubah. Ia juga dikenal kerap berbagi panggung dengan sesama legenda dan memberi inspirasi bagi penyanyi muda yang ingin menekuni genre ini secara serius.
Penghargaan Lifetime Achievement yang ia terima dari Indonesian Dangdut Awards pada 2021 merupakan pengakuan atas kontribusinya yang tak ternilai bagi perkembangan dangdut Indonesia. Tak hanya berkarya, ia juga membentuk arah dan identitas musik yang disebut “musik rakyat” ini.
Beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatannya menurun akibat stroke dan komplikasi lainnya seperti gagal ginjal. Ia sempat menjalani perawatan intensif sejak 2017 hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir dikelilingi keluarga.
Kini, jenazah Hamdan disemayamkan di rumah duka, dan doa pun mengalir dari para penggemar, rekan musisi, serta masyarakat luas. Kepergiannya meninggalkan kehampaan, namun karya dan semangatnya akan terus hidup dalam setiap irama dangdut yang mengalun di pelosok negeri.
Selamat jalan, Hamdan ATT. Engkau bukan hanya legenda—engkau adalah nafas dari musik yang lahir dari jiwa rakyat. Terima kasih atas warisan yang tak akan terlupakan.












