Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Pantai The Mashur: Titik Pertemuan Alam, Adat, dan Jejak Komunitas
Img 20250731 000108

Pantai The Mashur: Titik Pertemuan Alam, Adat, dan Jejak Komunitas

Img 20250731 000108

oleh : Akhlanudin

Terletak di selatan Pulau Belitung, Pantai The Mashur di Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, menyimpan bukan hanya pesona lanskap tropis, tetapi juga warisan naratif yang hidup di tengah masyarakat.

Di balik pasir putih dan batu granit yang tersusun alami, tersembunyi hikayat tentang leluhur, tradisi nelayan, dan kecintaan masyarakat terhadap ruang hidup mereka

Salah satu elemen paling ikonik di pantai ini adalah Batu Kabung, formasi granit yang menjorok ke laut.

Dalam tradisi lisan masyarakat, batu ini dikaitkan dengan tokoh perempuan sakral bernama Nenek Kabung—figura penjaga laut dan hutan, pelindung ruang adat yang diyakini mampu membawa berkah dan ketenangan.

Ritual sederhana seperti meletakkan air kelapa muda dan daun sirih masih dilakukan oleh sebagian warga sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Legenda Nenek Kabung tak hanya menjadi cerita warisan, tapi juga pijakan nilai spiritual.

Kehadirannya dalam cerita rakyat menjadi penanda bahwa laut, batu, dan hutan bukan sekadar bentang alam, tetapi juga ruang sakral yang memiliki tata adab tersendiri.

Pantai ini berdekatan dengan perkampungan nelayan yang hidup dari laut sambil menjaga keberlanjutan ekosistem.

Sebelum berlayar jauh, beberapa keluarga masih menjalankan ritual tabur tepung beras kuning, syair laut, dan pembacaan doa adat sebagai bentuk perlindungan dan komunikasi spiritual dengan alam.

Dalam beberapa malam, warga menyaksikan cahaya misterius di tengah laut yang mereka yakini sebagai “penjaga jalur pelayaran tradisional.”

Ritual-ritual ini menunjukkan bahwa praktik adat tak terputus dari keseharian.

Mereka menjadi bagian dari ritme hidup masyarakat pesisir yang memaknai laut bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai ruang adat dan spiritual.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pantai The Mashur mulai menerima kunjungan wisatawan yang tertarik pada wisata budaya dan spiritual.

Fasilitas sederhana seperti musholla, jalur batu untuk swafoto, dan penginapan privat telah dibangun dengan menjaga harmoni dengan alam sekitar.

Komunitas pemuda adat bersama mahasiswa KKN dari berbagai universitas telah melakukan dokumentasi sejarah, pencatatan hikayat, dan pemetaan ruang adat secara kolaboratif.

Media lokal seperti Babel Pos dan Belitong Ekspres juga mulai menyoroti potensi pantai ini bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai ruang warisan dan edukasi. Peliputan mereka memperkuat narasi masyarakat yang selama ini kurang terdengar di arus utama pariwisata.

  • Akhlanudin Ketua Dewan Kesenian Belitung 2014 – ,2018

Artikel Terkait

InShot 20260916

Wakil Gubernur Babel Hellyana Bebas…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, 16 September…

InShot 20260916

Sidak Wabup Beltim: Pertalite Eceran…

MEDIA DAULAT RAKYAT NNGGAR, 16 September…

InShot 20260916

Tumpang Tindih IUP Timah Hambat…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, 16 September…