Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menkeu, Suahasil Nazara Dilantik: Tekanan Politik dan Fiskal Jadi Sorotan
InShot 20260915

Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menkeu, Suahasil Nazara Dilantik: Tekanan Politik dan Fiskal Jadi Sorotan

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 15 September 2026Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Posisi Menkeu kini diisi Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.

Pengamat menilai pencopotan ini bukan sekadar reshuffle biasa, melainkan terkait tekanan politik dan beratnya masalah fiskal di tengah program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Latar Belakang Pencopotan
Keputusan pencopotan tertuang dalam Keppres Nomor 97/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih.

Fakta pencopotan:

  • Tanggal keputusan: Senin, 14 September 2026
  • Pejabat lama: Purbaya Yudhi Sadewa, menjabat sejak September 2025 menggantikan Sri Mulyani
  • Pejabat baru: Suahasil Nazara, ekonom dan Wakil Menteri Keuangan 2019–2026

Menurut sumber istana, Purbaya saat itu sedang mengikuti rapat dengan DPD RI ketika mendapat telepon dari Istana dan diminta segera menghadap. Keputusan ini dinilai mendadak dan menimbulkan kesan adanya konflik internal di kabinet.

Analisis Pengamat: Bukan Reshuffle Murni
Sejumlah pengamat ekonomi dan politik menyoroti motif di balik pencopotan Purbaya.

1. Bhima Yudhistira, Direktur CELIOS
Bhima menilai pencopotan Purbaya didorong tekanan dari internal Kemenkeu.
Ini bukan reshuffle murni. Ada desakan dari Dirjen di Kemenkeu karena Purbaya terlalu menuruti program unggulan Prabowo seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” kata Bhima.

Menurutnya, kedua program tersebut sangat membebani APBN dan membuat fiskal semakin ketat. Purbaya dinilai kurang tegas menahan laju belanja.

2. Defiyan Cori, Ekonom UGM
Defiyan menyoroti gaya komunikasi Purbaya yang kerap kontroversial.
Ia mengkritik pernyataan Purbaya soal utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dengan tenor hingga 80 tahun.
Gaya komunikasi Purbaya cenderung spontan dan pencitraan, bukan analisis mendalam. Ini berbahaya untuk kepercayaan pasar,” ujar Defiyan.

Situasi Politik & Fiskal di Balik Keputusan
Pencopotan ini merupakan reshuffle ke-6 dalam Kabinet Merah Putih sejak Presiden Prabowo menjabat Oktober 2024.

Konteks politik:
Keputusan mendadak ini memperlihatkan Presiden Prabowo melakukan konsolidasi kekuasaan dan mengurangi suara-suara kritis di kabinet yang dianggap menghambat program prioritas.

Konteks fiskal:
Pemerintah tengah menghadapi tekanan besar. Subsidi energi, program MBG, KDKMP, dan pembayaran utang besar membuat ruang fiskal menyempit. Suahasil yang berlatar belakang teknokrat diharapkan membawa pendekatan lebih terukur.

Dampak & Implikasi Pergantian Menkeu
Pergantian mendadak ini membawa 3 implikasi besar:

1. Ketidakpastian Fiskal
Pasar merespons hati-hati. Ekonom khawatir pergantian di tengah penyusunan APBN-P 2026 bisa menekan kepercayaan investor dan nilai rupiah dalam jangka pendek.

2. Program Prioritas Tetap Jalan
Program unggulan Prabowo seperti MBG, KDKMP, dan hilirisasi dipastikan tetap berjalan. Namun beban fiskalnya diprediksi meningkat dan butuh skema pembiayaan baru.

3. Dinamika Politik Kabinet
Langkah ini memperkuat kendali Presiden terhadap arah kebijakan ekonomi. Di sisi lain, ini juga sinyal bahwa menteri yang dianggap tidak sejalan dengan garis politik istana bisa cepat diganti.

Ringkasan Fakta Utama
Fakta Detail
Tanggal pencopotan 14 September 2026
Pengganti Suahasil Nazara
Alasan utama Tekanan politik & masalah fiskal
Program yang jadi sorotan MBG, Kopdes Merah Putih, utang Whoosh
Reshuffle ke- Ke-6 kali sejak Oktober 2024
Kesimpulan
Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dan pelantikan Suahasil Nazara menandai babak baru pengelolaan fiskal era Prabowo-Gibran.

Di balik alasan administratif, pengamat melihat ada tarik-menarik politik dan beban fiskal dari program prioritas yang harus dijalankan.

Tugas berat menanti Suahasil: menjaga stabilitas APBN, menjaga kepercayaan pasar, sekaligus mendukung akselerasi program pemerintah tanpa membuat defisit jebol.

Keputusan final Keppres sudah diketok. Kini publik menunggu kebijakan pertama Menkeu baru dalam 100 hari ke depan.

Artikel Terkait

InShot 20260915

Distribusi Logistik Pilkades Belitung 2026…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 15 September…

InShot 20260915

KPK Tegaskan Menteri ATR/BPN Nusron…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 15 September…

InShot 20260915

Operasi Pasar Murah Pemkab Beltim…

MEDIA DAULAT RAKYAT GANTUNG, 15 September…