MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 9 September 2026 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Belitung melalui UPT PAM menyiagakan tiga armada tangki air dengan total kapasitas 20 ton. Armada ini disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mendistribusikan air bersih ke masyarakat di tengah musim kemarau.
Pengerahan armada ini merupakan tindak lanjut Apel Siaga Karhutla yang digelar di Tanjungpandan pada 8 September 2026.
Kesiapsiagaan Armada
DPUPR Belitung menyiapkan 3 unit tangki dengan rincian:
1 unit berkapasitas 10 ton
2 unit masing-masing berkapasitas 5 ton
Total kapasitas: 20 ton air
Armada tersebut akan digunakan untuk dua fungsi utama: suplai air pemadaman karhutla dan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
“Kami siagakan untuk membantu suplai air dalam penanganan karhutla,” ujar Zuanida Hermanto, Kepala UPT PAM DPUPR Belitung.
Lokasi Penanganan Karhutla
Fokus suplai air pemadaman diarahkan ke titik rawan karhutla, di antaranya:
Kawasan BLK
Desa Dukong
Distribusi Air Bersih
Selain untuk pemadaman, armada juga menyasar distribusi air bersih ke wilayah dan fasilitas publik yang mengalami kesulitan air bersih, yaitu:
Wilayah sasaran: Desa Sungai Padang, Desa Perawas & Kelekak Usang, Desa Dukong, Desa Air Merbau, Kawasan Tiris
Fasilitas publik: Rumah ibadah dan Sekolah Dasar
Sumber Pasokan Air
Air bersih yang didistribusikan berasal dari:
IPA Mempadin di Pegarun
IPA Tiris
“Kami terus berupaya maksimal agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi dan penanganan karhutla dapat didukung,” tandas Zuanida.
Analisis Singkat
Strategi ganda: Pengerahan armada tangki menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni mendukung pemadaman karhutla dan menjaga ketersediaan air bersih warga.
Dampak sosial: Distribusi ke desa dan fasilitas publik dinilai memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi krisis air saat kemarau.
Kesiapsiagaan daerah: Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Belitung memperkuat mitigasi karhutla pasca Apel Siaga 8 September.
Dengan adanya 20 ton kapasitas air siaga, Pemkab berharap penanganan karhutla dapat lebih cepat dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terlayani.
L












