MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 14 September 2026 – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. Syarifah Amelia menggelar Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II di Kantor Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Jumat, 12 September 2026.
Dalam dialog dengan warga dan perangkat desa, berbagai aspirasi mengemuka. Mulai dari krisis air bersih akibat kemarau panjang, penerangan jalan, zebra cross, status aset Polindes, hingga konflik buaya di sekitar permukiman.
Syarifah Amelia menegaskan seluruh masukan akan diperjuangkan melalui jalur kelembagaan DPRD Babel dan mendorong adanya sinergi lintas sektor, termasuk usulan pembentukan Satgas Kekeringan di tingkat provinsi.
Fakta Utama Reses Syarifah Amelia
Reses ini merupakan agenda rutin anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan.
- Tanggal & Lokasi: Jumat, 12 September 2026, Kantor Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung
- Peserta: Warga Desa Dukong, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan kader kesehatan
- Agenda: Menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat untuk dibawa ke pembahasan di DPRD Provinsi Babel
Deretan Aspirasi Warga Desa Dukong
Antusiasme warga terlihat dalam penyampaian aspirasi. Ada 5 isu utama yang disoroti:
1. Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang
Ini menjadi keluhan paling mendesak. Warga Dukong mengaku kesulitan air bersih sejak 2 bulan terakhir karena kemarau berkepanjangan. Sumur warga mulai mengering dan distribusi air dari PDAM tidak merata.
“Kami sudah berhari-hari beli air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau musim kemarau seperti ini terus, kami kewalahan,” ujar perwakilan warga.
Warga meminta bantuan air bersih darurat sekaligus solusi jangka panjang berupa penyediaan sumber air alternatif.
2. Penerangan Jalan di RT 17 Jalan Air Pasir
Warga menyoroti minimnya penerangan jalan di wilayah RT 17. Kondisi gelap di malam hari dinilai rawan kecelakaan dan tindak kriminalitas.
“Jalan Air Pasir itu ramai dilalui, tapi lampunya mati semua. Anak sekolah pulang sore juga bahaya,” kata warga.
3. Zebra Cross untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Titik jalan di depan sekolah dan pasar di Desa Dukong dinilai rawan. Warga mengusulkan pemasangan zebra cross agar pejalan kaki, terutama anak-anak dan lansia, lebih aman saat menyeberang.
4. Status Aset Polindes dan Rumah Dinas Kader Polindes
Kader kesehatan mempertanyakan kejelasan aset Polindes dan rumah dinas kader yang masih berstatus milik provinsi. Warga berharap aset tersebut segera diserahkan ke desa agar pengelolaan dan perawatannya lebih mudah.
5. Konflik dengan Buaya di RT 10
Isu yang paling mengejutkan adalah kemunculan buaya di sekitar permukiman RT 10. Warga resah karena satwa liar itu beberapa kali terlihat di parit dan sungai dekat rumah.
“Kami takut anak-anak main ke sungai. Tolong ada penanganan agar warga aman,” pinta warga.
Tanggapan Dr. Syarifah Amelia
Mendengar langsung keluhan warga, Syarifah Amelia merespons satu per satu dan memetakan langkah tindak lanjut.
Terkait Air Bersih & Kekeringan
Syarifah menekankan persoalan kekeringan tidak bisa ditangani parsial. Ia mendorong agar Pemprov Babel segera membentuk Satgas Kekeringan di tingkat provinsi.
“Penanganan kekeringan harus sistematis. Ada pembagian tugas, ada anggaran, dan ada SOP. Dengan Satgas, bantuan air bersih darurat bisa lebih cepat, dan solusi jangka panjang seperti sumur bor atau embung bisa direncanakan,” jelasnya.
Ia akan mengusulkan pembentukan Satgas ini dalam rapat komisi dan pembahasan APBD Perubahan.
Terkait Konflik Buaya
Untuk masalah buaya, Syarifah menjelaskan secara hukum penanganan satwa dilindungi merupakan kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Ini memang ranahnya BKSDA. Tapi kami dari DPRD bersama DLH Provinsi Babel akan segera bersurat resmi agar ada tim yang turun ke RT 10 Desa Dukong untuk melakukan evakuasi dan edukasi kepada warga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri saat berhadapan dengan satwa liar.
Terkait Aset Desa
Mengenai aset Polindes dan rumah dinas kader, Syarifah menyatakan akan mengkoordinasikan dengan Komisi IV DPRD Babel yang membidangi kesejahteraan rakyat.
“Kami akan dorong proses penyerahan aset dari provinsi ke desa. Kalau sudah menjadi aset desa, perawatannya bisa lebih cepat dan sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
Terkait Keselamatan Jalan Nasional
Syarifah juga menyoroti keselamatan di jalan nasional yang melintas di Belitung. Ia menyinggung maraknya kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading) yang merusak jalan dan membahayakan pengguna lain.
“Saya mendorong Dishub bersama aparat penegak hukum untuk menggelar razia rutin kendaraan ODOL. Jalan kita sudah bagus, jangan sampai cepat rusak karena kendaraan yang melebihi kapasitas,” katanya.
Ringkasan Aspirasi & Solusi
Isu Warga Aspirasi Tindak Lanjut DPRD
Air bersih & kekeringan Bantuan air bersih, solusi jangka panjang Dorong pembentukan Satgas Kekeringan provinsi
Penerangan jalan & zebra cross Penerangan RT 17, zebra cross di titik rawan Usulan ke Dinas PUPR dan Dishub untuk realisasi
Aset Polindes Penyerahan aset ke desa Koordinasi dengan Komisi IV DPRD Babel
Konflik buaya Penanganan satwa di dekat permukiman Bersurat ke BKSDA melalui DLH Babel
Keselamatan jalan nasional Razia kendaraan ODOL Koordinasi dengan Dishub & aparat hukum
Catatan Penting dari Reses
Reses di Desa Dukong menegaskan beberapa hal krusial:
- Isu air bersih dan kekeringan menjadi sorotan utama masyarakat Belitung. Dengan perubahan iklim, musim kemarau semakin panjang. Pemerintah provinsi perlu menyiapkan strategi mitigasi, bukan hanya bantuan darurat.
- Konflik manusia dengan satwa liar seperti buaya menunjukkan adanya ancaman keselamatan warga yang perlu penanganan lintas instansi antara Pemprov, BKSDA, dan pemerintah desa.
- Aset desa dan infrastruktur jalan menjadi bagian dari aspirasi yang menuntut kepastian hukum dan tindakan eksekutif. Penyerahan aset dan perbaikan jalan tidak bisa ditunda karena menyangkut pelayanan dasar.
Syarifah Amelia menutup reses dengan komitmen untuk mengawal. “Reses ini bukan seremonial. Semua catatan akan kami bawa ke rapat dewan. Kami ingin aspirasi bapak ibu hari ini jadi program nyata di tahun anggaran berikutnya,” ucapnya.
Ia juga mengajak pemerintah desa aktif berkoordinasi dengan provinsi agar usulan bisa cepat diproses melalui Pokok Pikiran DPRD.
Kegiatan reses Dr. Syarifah Amelia di Desa Dukong menjadi cermin bahwa persoalan masyarakat Belitung saat ini sangat beragam. Dari kebutuhan dasar seperti air bersih, hingga isu spesifik seperti konflik buaya dan status aset desa.
Dengan mendorong pembentukan Satgas Kekeringan, percepatan penyerahan aset, dan koordinasi dengan BKSDA, DPRD Babel berupaya menjembatani aspirasi warga agar mendapat solusi konkret.
Pemerintah Provinsi Babel dan Pemkab Belitung diharapkan segera menindaklanjuti hasil reses ini. Sebab, kesejahteraan warga hanya bisa terwujud jika suara di lapangan benar-benar didengar dan ditindaklanjuti.












