
SMA Negeri 1 Tanjungpandan (SMANSA TP) bukan sekadar institusi pendidikan; ia adalah tonggak sejarah dan simbol kemajuan masyarakat Belitung. Berdiri pada tahun 1962, sekolah ini menjadi SMA pertama di Kabupaten Belitung, saat wilayah tersebut masih berada di bawah administrasi Provinsi Sumatra Selatan
Sebelum berdirinya SMANSA TP, masyarakat Belitung hanya memiliki akses ke Sekolah Rakyat (SR), SMP, dan Sekolah Guru Bantu (SGB). Untuk melanjutkan ke jenjang SMA, para pelajar harus merantau ke Bangka, Palembang, atau Pulau Jawa. Kebutuhan akan pendidikan menengah atas yang lebih dekat dan terjangkau mendorong lahirnya SMA Negeri 1 Tanjungpandan sebagai solusi lokal yang monumental
Kepala sekolah pertama, Hasan Halil (1962–1983), dikenal sebagai tokoh pendidikan kharismatik yang meletakkan fondasi kuat bagi sekolah ini. Sejak itu, telah terjadi 13 kali pergantian kepala sekolah, dengan Jantimala, M.Pd menjabat sejak 2019
| Nama Kepala Sekolah | Periode Tugas |
|---|---|
| Hasan Halil | 1962–1983 |
| Jahasan | 1983–1989 |
| Drs. Sunardi | 1989–1990 |
| Drs. Suhirman | 1990–1994 |
| Sumardi, S.Pd | 1994–1999 |
| Drs. Erwandi A. Rani | 1999–2001 |
| Drs. Djon Pudjono | 2001–2002 |
| Hamdani, S.Pd | 2002–2006 |
| Herman, S.Pd | 2006–2010 |
| Dra. Hj. Rukmini | 2010–2011 |
| Sugiyanto, S.Pd | 2011–2012 |
| Sutra Indaini, S.Pd | 2012–2014 |
| Drs. Haryanto | 2014–2019 |
| Jantimala, M.Pd | 2019–sekarang |
Terletak di Jalan Jendral Gatot Subroto, sekolah ini memiliki halaman seluas 25.980 m² dan fasilitas lengkap:
- 25 ruang kelas
- Laboratorium Biologi, Fisika, Kimia, Komputer, Bahasa
- Perpustakaan, ruang multimedia, masjid, lapangan olahraga
- Ruang OSIS, Pramuka, UKS, BP, koperasi siswa
SMANSA TP menjadi pelopor penerapan Kurikulum Merdeka di Belitung dan telah mengimplementasikannya secara penuh dalam kegiatan belajar mengajar
Meski sempat tertinggal dalam beberapa bidang, SMANSA TP tetap menunjukkan daya saing:
- Olimpiade Sains Nasional (OSN): siswa lolos ke tingkat nasional di bidang Biologi dan Matematika
- Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N): cabang Seni Kriya
- Kemenkeu Mengajar 9 (2024): menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang dihadiri langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Moto sekolah: “Di sini kami menempa diri” mencerminkan semangat pembentukan karakter dan intelektualitas. Dengan lebih dari 800 siswa, SMANSA TP terus menjadi pusat pendidikan yang membentuk generasi Belitung yang berdaya saing tinggi.












