Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Mengenang Mpok Alpa: Tawa yang Kini Beristirahat
Inshot 20250815 105434485

Mengenang Mpok Alpa: Tawa yang Kini Beristirahat

Img 20250815 105335

Jakarta, 15 Agustus 2025 — Dunia hiburan tanah air berduka atas kepergian Nina Carolina, yang lebih dikenal dengan nama panggung Mpok Alpa.

Komedian dan presenter berdarah Betawi ini meninggal dunia pada Jumat pagi pukul 08.15 WIB setelah berjuang melawan kanker selama tiga tahun. Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh Raffi Ahmad dan Irfan Hakim dalam siaran langsung program FYP di Trans7.

Mpok Alpa dikenal sebagai figur yang menghidupkan suasana dengan gaya bicara khas Betawi, celetukan spontan, dan tawa yang menular.

Kariernya melejit sejak video komedi pendeknya viral di media sosial pada 2018. Ia kemudian tampil di berbagai program televisi sebagai komedian, penyanyi dangdut, dan presenter, membawa warna baru dalam dunia hiburan Indonesia.

“Dia selalu datang dengan tawa, bahkan saat sedang sakit. Kita semua kehilangan sosok yang tulus dan penuh semangat,” ujar Irfan Hakim dengan mata berkaca-kaca.

Meski telah didiagnosis kanker sejak 2022, Mpok Alpa memilih untuk tidak mengumumkan penyakitnya ke publik. Ia tetap tampil di layar kaca, menyembunyikan rasa sakit di balik senyum dan candaan. Setelah melahirkan anak kembar pada Oktober 2024, kondisinya sempat memburuk dan ia menjalani pengobatan intensif di Malaysia.

“Dia nggak pernah mau merepotkan. Selalu bilang ‘gue baik-baik aja’, padahal dia sedang berjuang,” kenang Raffi Ahmad.

Mpok Alpa meninggalkan empat anak, termasuk sepasang anak kembar yang masih bayi. Di balik persona panggungnya yang ceria, ia adalah ibu yang penuh kasih dan pekerja keras. Rekan-rekannya menyebut bahwa ia selalu memprioritaskan keluarga, bahkan di tengah jadwal syuting dan pengobatan.

Kepergian Mpok Alpa meninggalkan kekosongan di dunia hiburan, namun juga warisan tawa dan ketulusan yang tak akan terlupakan.

Ia adalah simbol bahwa komedi bisa menjadi ruang penyembuhan, bahwa tawa bisa menyatukan, dan bahwa perjuangan bisa dilakukan dengan kepala tegak.

Artikel Terkait

InShot 20260314

Puisi Puisi Edy Sukardi

Merasa tau ESu Mau pamer apa…

InShot 20260313

Polres Belitung Tawarkan Layanan Penitipan…

Intisari: Berita Belitung – Kepolisian Resor…

InShot 20260313

Stok BBM dan LPG di…

Intisari Berita Tanjungpandan, Belitung – Bupati…