
Acara Ngopi Malam Bersama Bupati Belitung di Warkop ALAMI yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, turut memunculkan berbagai aspirasi warga, termasuk keluhan soal infrastruktur desa yang belum tersentuh.
Salah satu komentar yang mencuat berasal dari warga Dusun Air Malik, Desa Bantan, Kecamatan Membalong:
“Boleh Pak Djony melihat ke kampong kami di Cangkok. Di kampung kami ada jalan yang sudah rusak parah Jalan penghubung tiga desa dan termasuk akses utama yang menunju ke sekolahan TK, SD, SMP, SMA. Jangan cuma peduli dengan jalanan yang ada di kota, sedangkan jalan-jalan di perkampungan tidak tersentuh.”
Keluhan ini menyoroti kondisi jalan utama yang menghubungkan tiga desa dan menjadi akses penting bagi anak-anak menuju sekolah. Warga berharap perhatian pemerintah tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak membedakan antara kota dan desa dalam hal prioritas pembangunan. Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama:
“Bukan hanya di kota jadi perhatian, semua kita perhatikan. Cuman karna kondisi keuangan daerah, jadi tetap kita fokuskan yang rusak berat. Salah satu contoh jalan di Batu Mana, Kampung Baru Dudat, insyaallah segera. Dan terus kita kroscek di saat ada laporan dengan OPD terkait.”
Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti laporan warga dan melakukan pengecekan lapangan bersama OPD terkait.
Meski belum semua aspirasi dapat segera ditindaklanjuti, dialog terbuka seperti ini menjadi ruang penting bagi warga untuk menyuarakan kebutuhan mereka secara langsung.












