
Jakarta, 23 September 2025- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya adalah terobosan penting dalam intervensi gizi anak dan pembangunan ekonomi lokal. Dirancang bukan sekadar sebagai bantuan pangan, MBG mengusung misi ganda: memastikan asupan gizi anak-anak terpenuhi dan membuka lapangan kerja melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, kasus keracunan yang mencuat belakangan ini menuntut evaluasi serius, bukan pembubaran atau pengalihan skema menjadi bantuan tunai.
Kritik terhadap lemahnya penerapan SOP di SPPG, seperti yang disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, sangat relevan. Proses penyimpanan makanan yang tidak sesuai standar, distribusi yang lambat, dan minimnya pengawasan mutu adalah titik lemah yang harus segera dibenahi.
Namun, menjadikan kasus ini sebagai alasan untuk mengganti MBG dengan bantuan tunai justru berisiko menghilangkan kontrol atas pemenuhan gizi anak.
Seperti ditegaskan Kepala BGN Dadan Hindayana, uang tunai tidak menjamin anak-anak mendapatkan makanan bergizi.
Kasus Mahesa di Sumatera Utara menjadi contoh nyata bagaimana bantuan finansial bisa dialihkan untuk kebutuhan lain. Dalam konteks keluarga miskin, prioritas konsumsi sering kali bergeser dari gizi ke kebutuhan mendesak lainnya.
Lebih dari itu, MBG memiliki dampak sistemik: membangun rantai pasok pangan nasional.
Satu SPPG yang membutuhkan 5 ton beras per bulan adalah peluang bagi petani, koperasi, dan UMKM lokal.
Mengubah skema menjadi bantuan tunai bisa memutus mata rantai ini dan menghilangkan efek berganda yang selama ini menopang ekonomi komunitas.
Solusinya bukan mengganti, melainkan memperkuat. Pemerintah perlu memperketat SOP, meningkatkan kapasitas SDM di SPPG, dan membuka kanal pengaduan serta audit publik.
Transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan bisa menjadi benteng pencegahan kasus serupa di masa depan.
MBG adalah investasi jangka panjang dalam kesehatan generasi muda dan ketahanan pangan nasional.
Jangan biarkan kelemahan teknis menjadi alasan untuk menghapus visi besar yang sudah dirancang dengan matang.












