Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Hari Pariwisata Sedunia 2025: Pariwisata Sebagai Jembatan Perdamaian dan Pembangunan Inklusif
Inshot 20250927 160117726

Hari Pariwisata Sedunia 2025: Pariwisata Sebagai Jembatan Perdamaian dan Pembangunan Inklusif

Jakarta 27 September 2025 — Setiap tahun, pada tanggal 27 September, dunia memperingati Hari Pariwisata Sedunia. Seperti namanya, peringatan ini merupakan ajang penting bagi dunia pariwisata untuk menegaskan peran strategisnya dalam pembangunan global yang inklusif dan berkelanjutan.

Merujuk laman National Today, perayaan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa pariwisata tak semata tentang liburan, namun juga sebagai penggerak pembangunan yang inklusif. Peringatan Hari Pariwisata Sedunia dipimpin oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO) atau Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Fokus peringatan ini yakni mendorong pariwisata ramah lingkungan, membuka lapangan kerja, dan mengurangi ketimpangan sosial. Dengan memperkuat pendidikan serta keterampilan untuk kaum muda, perempuan, maupun kelompok rentan, pariwisata diharapkan menjadi jembatan menuju kesejahteraan yang merata.

Tema Global 2025: Tourism and Peace

Tahun ini, UNWTO mengusung tema “Tourism and Peace: Bridging Cultures, Building Understanding.” Di tengah pemulihan pasca-pandemi dan ketegangan geopolitik, pariwisata ditegaskan sebagai ruang dialog, toleransi, dan pelestarian warisan budaya.

“Setiap perjalanan adalah peluang untuk membangun perdamaian,” ujar Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili.

Indonesia: Transformasi Pariwisata Berbasis Kesejahteraan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pariwisata Indonesia harus menjadi ruang penyembuhan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan komunitas.

“Kekuatan kita terletak pada keautentikan. Tradisi wellness Indonesia tumbuh dari akar budaya kita sendiri,” ujarnya dalam peluncuran program Wonderful Indonesia Wellness.

Program ini menampilkan festival kebugaran budaya di Surakarta dan Yogyakarta, serta perjalanan lintas Jawa bertema Wellness Journey Across Java Wonders. Widiyanti menekankan bahwa wisata damai bukan hanya narasi, tapi praktik nyata yang melibatkan masyarakat lokal, adat, dan ekologi.

Di berbagai negara, peringatan ini umumnya dirayakan dengan kampanye dan kegiatan yang mendukung inovasi serta usaha pariwisata berkelanjutan.

Materi komunikasi pun disebarluaskan agar pelaku industri, pemerintah, dan wisatawan terinspirasi serta mengambil bagian dalam transformasi pariwisata yang bertanggung jawab.

Artikel Terkait

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau datang ke sini untuk apa…

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau tak sendiri AdakalanyaJiwa terasa reduplangkah…

InShot 20260402

Puisi-puisi Edy Sukardi

Jangan Ragu Perubahan itutak datang tiba-tibawalau…