Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • “Orang Lain Juga Begitu” Bukan Alasan untuk Menyerah pada Prinsip
Inshot 20251003 192851190

“Orang Lain Juga Begitu” Bukan Alasan untuk Menyerah pada Prinsip

Inshot 20251003 191629204

Oleh: Akhlanudin

Di tengah arus kehidupan yang serba cepat, instan, dan pragmatis, kita sering dihadapkan pada godaan untuk mengambil jalan pintas.

Suap, riba, manipulasi, bahkan kebohongan, menjadi “alat bantu” yang dianggap wajar demi kenyamanan dan kecepatan. Ironisnya, pembenaran paling populer adalah: “Orang lain juga begitu.”

Frasa ini bukan sekadar ucapan, tapi cermin dari mentalitas kolektif yang permisif.

Kita mulai percaya bahwa kejujuran itu lambat, bahwa proses yang lurus terlalu panjang, dan bahwa prinsip hanya milik mereka yang punya waktu luang. Padahal, justru di tengah keramaian yang tergoda itulah, keberanian untuk berbeda menjadi nilai yang paling mahal.

Menjaga prinsip bukan perkara mudah. Ia menuntut nafas panjang, kesabaran, dan kesediaan untuk mengantri di jalur yang tidak populer.

Tapi justru dari proses itulah lahir keberkahan. Halal bukan hanya soal zat, tapi juga soal proses. Dan proses yang benar, meski tidak instan, akan melahirkan hasil yang bermartabat.

Kecurangan memang tampak menguntungkan. Tapi ia tak pernah memberi rasa cukup.

Dahaga terus bertambah, dan pelakunya terseret arus yang menenggelamkan. Lalu, seperti biasa, pembenaran pun muncul: “Yang penting niat saya baik.”

Padahal, niat baik saja tidak cukup. Manfaat sosial pun belum cukup. Harus halal, dan harus membawa berkah.

Dunia ini ladang ujian. Kejujuran tidak selalu menuai pujian, dan kecurangan tidak selalu langsung dihukum.

Tapi semua akan diperhitungkan. Maka, jika kita ingin membangun masyarakat yang bermartabat, kita harus mulai dari diri sendiri.

Berani berbeda. Teguh pada prinsip. Karena justru di sanalah letak harga diri dan kehormatan.

Orang Lain Juga Begitu – ESu

dentitas Karya
  • Judul: Orang Lain Juga Begitu
  • Pengarang: ESu
  • Tanggal: Pisangan Timur, 19 Juli 2025
  • Jenis: Puisi reflektif dan kritik sosial
Tema dan Makna

Puisi ini mengangkat tema integritas, kejujuran, dan godaan pragmatisme dalam kehidupan sosial. Frasa “Orang lain juga begitu” menjadi semacam pembenaran kolektif atas perilaku menyimpang yang dianggap lumrah: suap, riba, manipulasi. ESu mengajak pembaca untuk merenung—apakah kenyamanan dan kecepatan layak dibayar dengan prinsip yang dikorbankan?

Struktur dan Gaya Bahasa
  • Gaya repetitif: Pengulangan frasa “Orang lain juga begitu” menegaskan ironi dan kritik terhadap mentalitas permisif.
  • Diksi lugas dan kontras: Kata-kata seperti “suap”, “riba”, “nipu” disandingkan dengan “prinsip”, “halal”, “berkah”, menciptakan ketegangan moral yang kuat.
  • Ritme pendek-pendek: Baris-baris singkat memperkuat kesan reflektif dan kontemplatif, seolah mengajak pembaca berhenti sejenak di tiap bait untuk merenung.
Pesan Moral

Puisi ini menegaskan bahwa:

  • Kejujuran mungkin lambat, tapi bermartabat.
  • Proses halal lebih penting daripada sekadar hasil.
  • Pembenaran kolektif tidak menghapus tanggung jawab pribadi.
  • Niat baik dan manfaat sosial harus disertai cara yang benar agar membawa keberkahan.
Relevansi Sosial

Dalam konteks masyarakat yang sering tergoda oleh jalan pintas, puisi ini menjadi pengingat bahwa dunia adalah ladang ujian.

ESu menyuarakan bahwa keberkahan tidak datang dari kelicikan, melainkan dari kesabaran dan keteguhan prinsip.

Artikel Terkait

InShot 20260306

Pemdes Cerucuk Gelar Safari Ramadan…

Intisari Berita BADAU, Belitung – Pemerintah…

InShot 20260306

Gubernur Babel Salurkan Bantuan Sembako…

Intisari Berita Tanjung pandan Belitung –…

InShot 20260306

Puisi Puisi Edy Sukardi

Perjalana Sang Surya KekMau ke manamasih…

“Orang Lain Juga Begitu” Bukan Alasan untuk Menyerah pada Prinsip – Media Daulat Rakyat