Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • Warga Parittiga-Jebus Akan Gelar Aksi di Pangkalpinang, Tuntut Solusi atas Mandeknya Penjualan Pasir Timah
Inshot 20251003 163405565

Warga Parittiga-Jebus Akan Gelar Aksi di Pangkalpinang, Tuntut Solusi atas Mandeknya Penjualan Pasir Timah

BANGKA — Ribuan warga dari Kecamatan Parittiga-Jebus, Kabupaten Bangka Barat, berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Timah, Pangkalpinang, pada Senin (6/10/2025).

Aksi ini merupakan bentuk protes atas mandeknya penjualan pasir timah yang kian memprihatinkan.

Koordinator aksi, Ali Hartono, menyampaikan bahwa massa akan berkumpul di RS Timah Parittiga sekitar pukul 08.30 WIB sebelum berangkat bersama menggunakan bus, truk, dan minibus menuju Pangkalpinang.

“Tanggal 6 kami akan ikut demo, menindaklanjuti keresahan masyarakat. Kami datang ramai-ramai menyuarakan aspirasi,” ujar Ali Jumat (3/10/2025).

Ali menjelaskan, aksi ini ditujukan kepada PT Timah agar lebih berpihak kepada penambang rakyat. Ia menuntut agar pasir timah dibeli dengan harga yang pantas dan manusiawi.

“Sekarang kacau, bukan hanya harga turun, tetapi tidak ada yang membeli sama sekali,” tegasnya.

Kondisi di Parittiga-Jebus disebut lumpuh total pasca penindakan terhadap sejumlah kolektor timah.

Para pengepul enggan membeli karena takut bersentuhan langsung dengan penambang, sehingga ribuan warga kehilangan jalur penjualan.

“Banyak ibu-ibu membawa baskom berisi pasir timah untuk dijual, tetapi tidak ada yang mau membeli. Akibatnya, penambang benar-benar lumpuh,” jelas Ali.

Ia juga menyoroti keberadaan Satgas Timah yang menurutnya justru menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.

“Satgas seharusnya melindungi masyarakat. Namun kenyataannya, penambang semakin takut. Pemerintah daerah dan PT Timah harus segera duduk bersama mencari solusi,” katanya.

Ali menekankan bahwa timah masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Ia menyarankan agar anggaran Satgas dialihkan untuk mendongkrak harga timah demi kesejahteraan rakyat.

“Hari ini kalau bisa menjual timah, masyarakat punya uang untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ali mengimbau agar seluruh peserta aksi menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi.

“Tujuan aksi ini jelas, memperjuangkan nasib penambang rakyat. Tidak ada kepentingan lain. Mari jaga etika, jangan sampai ada pihak yang menunggangi perjuangan kita. Kita ingin datang selamat dan pulang selamat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

InShot 20260415

Puisi Puisi Edy Sukardi

Ia tetap hadir ESu Dalam diamnyadalam…

Snapinst.to 0Mjxqz6yANtD75YILuwZk8C4 Q2OPv1s E&p9rKlRoB3nFGHmJ

Kabar Baik: Universitas Muhammadiyah Bogor…

Intisari:Berita Bogor – Dunia pendidikan tinggi…

Snapinst.to O 1PLZmIA4R8M7wo&vxn9JFG0 t2DupN5Cs6KlrQ3qBYzHyEkj

62 Tahun IMM: Melahirkan Kader…

Intisari: Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)…