Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Unjuk Rasa Penambang Ricuh di Kantor PT Timah, Gas Air Mata Mengenai Warga dan Wartawan
Inshot 20251006 222751831

Unjuk Rasa Penambang Ricuh di Kantor PT Timah, Gas Air Mata Mengenai Warga dan Wartawan

Pangkalpinang — Aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Tambang Rakyat Bersatu di depan kantor PT Timah Tbk, Pangkalpinang, Bangka Belitung, berujung ricuh pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ribuan penambang memenuhi area depan kantor, menuntut kenaikan harga pasir timah mentah serta pembubaran satuan tugas yang dinilai sering melakukan razia terhadap penambang rakyat.

Situasi memanas ketika massa menjebol gerbang masuk dan sebagian berhasil melompati pagar untuk memasuki halaman kantor.

Aparat kepolisian merespons dengan tembakan gas air mata, memaksa massa mundur dan kocar-kacir. Namun, hanya berselang 10 menit, massa kembali berkumpul di dua pintu gerbang utama.

Gas air mata yang ditembakkan tidak hanya mengenai para demonstran, tetapi juga menyasar pedagang kaki lima dan awak media yang tengah meliput.

Sejumlah wartawan turut terkena dampak dan terpaksa menjauh untuk mencari udara segar.

Meski aparat keamanan beberapa kali melontarkan gas air mata, aksi tetap berlanjut. Para penambang bersikukuh menuntut harga pasir timah mentah dinaikkan menjadi Rp 170.000 per kilogram serta mendesak pembubaran Satgas yang dianggap merugikan penambang kecil.

Setelah hampir empat jam berlangsung, perwakilan penambang akhirnya diterima dalam pertemuan terbatas bersama direksi PT Timah, Kapolda Bangka Belitung Irjen Hendro Pandowo, dan Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya.

Menariknya, aksi ini berlangsung bersamaan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke smelter Tinindo Internusa Ketapang, Pangkalpinang. Presiden hadir untuk menyaksikan langsung serah terima aset barang rampasan negara terkait kasus tata niaga timah yang diungkap Kejaksaan pada 2024.

Artikel Terkait

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau datang ke sini untuk apa…

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau tak sendiri AdakalanyaJiwa terasa reduplangkah…

InShot 20260402

Puisi-puisi Edy Sukardi

Jangan Ragu Perubahan itutak datang tiba-tibawalau…