
Intisari Berita – Apel Kesiapsiagaan Bencana Belitung 2025
- Waktu & Tempat: Rabu, 5 November 2025 – Halaman Mako Polres Belitung
- Pemimpin Apel: Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom
- Peserta: Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, Tagana, Pramuka, dan relawan kebencanaan
- Tujuan: Meningkatkan sinergi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi (banjir, gelombang tinggi, angin puting beliung)
- Dasar Prediksi: BMKG memproyeksikan hujan sangat tinggi (>300 mm/bulan) dengan peluang 50–90%
- Penekanan Wakil Bupati:
- Sinergi antar-stakeholder
- Pendekatan preventif ke masyarakat
- Koordinasi dan disiplin kerja
- Pengecekan dan siaga peralatan
- Pelatihan terpadu personel
Tanjungpandan, Belitung – 6 November 2025
Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Polres Belitung menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Halaman Mako Polres Belitung, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom, mewakili Bupati Belitung.
Apel dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Belitung, serta berbagai instansi terkait seperti TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, Tagana, Pramuka, dan relawan kebencanaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat pada November 2025.
“Berdasarkan data BMKG, curah hujan sangat tinggi dengan peluang 50–90% berpotensi memicu banjir, gelombang tinggi, dan angin puting beliung. Ini harus kita waspadai bersama,” tegas Wakil Bupati Syamsir dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, TNI, Polri, atau instansi teknis, melainkan panggilan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Belitung.
Lima Penekanan Strategis Wakil Bupati:
- Tingkatkan sinergi antar-stakeholder dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
- Lakukan pendekatan preventif kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran.
- Perkuat koordinasi dan disiplin kerja, hindari egosektoral.
- Cek dan siagakan peralatan pendukung penanggulangan bencana.
- Tingkatkan pelatihan terpadu bagi personel yang bertugas.
Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, seperti pengerukan sungai, penanaman pohon dan mangrove, serta pembangunan drainase dan talut.
“Bencana alam tidak bisa kita hindari, tapi bisa kita minimalisir dampaknya. Apel ini adalah bentuk kesiapan kita bersama,” ujarnya.
Apel ini menjadi simbol kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman bencana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor di Kabupaten Belitung.












