Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Bahasa yang Tak Bisa Berbohong: Kritik Sosial dalam Puisi ESu
Inshot 20251112 001835381

Bahasa yang Tak Bisa Berbohong: Kritik Sosial dalam Puisi ESu

Img 20251112 001504

Puisi “Membaca Rahasia Hati ESu” karya Dr. H. Edy Sukardi, M.Pd., bukan sekadar refleksi pribadi, melainkan sebuah ajakan moral untuk membongkar tabir komunikasi yang manipulatif.

Dalam bait-baitnya, Edy Sukardi menyampaikan bahwa bahasa bukan hanya alat ekspresi, tetapi cermin nalar dan logika. Ia menolak permainan kata yang menyembunyikan niat jahat, dan menegaskan bahwa getar hati dapat terbaca dari wajah, sikap, dan tutur kata.

Sebagai seorang sastrawan sekaligus rektor, Edy Sukardi memadukan kedalaman psikologis dengan tanggung jawab sosial. Ia menulis: “Kau boleh sembunyi di balik permainan kata… Aku bisa membaca makna yang tersirat dan tersurat.” Kalimat ini bukan hanya puitis, tetapi juga mengandung kritik terhadap budaya komunikasi yang penuh helah dan pembenaran.

Dalam konteks kepemimpinan, pendidikan, dan kehidupan publik, puisi ini menjadi pengingat bahwa amanah dan janji bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan hati yang terbaca.

Puisi ini juga menyentuh dimensi spiritual dan keintiman relasi: “Hati yang dekat tak perlu kata… gerak dan isyarat saja aku sudah mengerti.” Di sini, Edy Sukardi mengangkat nilai kejujuran batin dan empati sebagai fondasi komunikasi yang sehat. Ia menolak kebisingan retorika dan memilih keheningan yang bermakna.

Saya melihat puisi ini relevan untuk konteks sosial-politik hari ini. Di tengah derasnya informasi dan retorika publik, kita butuh karya seperti ini yang mengajak kita kembali pada kesadaran etis, kejujuran komunikasi, dan tanggung jawab makna.

Puisi ini bisa menjadi bahan refleksi bagi pemimpin, pendidik, jurnalis, dan masyarakat luas agar tidak terjebak dalam kata-kata indah yang menutupi luka dan niat tersembunyi.

Identitas Karya

  • Judul Puisi: Membaca Rahasia Hati ESu
  • Penulis: Dr. H. Edy Sukardi, M.Pd.
  • Tanggal Terbit: 11 November 2025
  • Media Publikasi: Medis Daulat Rakyat
  • Genre: Puisi reflektif-filosofis
  • Tema: Kejujuran batin, komunikasi nurani, kritik terhadap retorika palsu
  • Gaya Bahasa: Liris, metaforis, dengan nuansa spiritual dan etis

Puisi Membaca Rahasia Hati ESu adalah karya kontemplatif yang mengajak pembaca menyelami kedalaman komunikasi batin.

Edy Sukardi, seorang akademisi dan sastrawan, menulis dengan nada yang tenang namun tajam, menyingkap bagaimana kata-kata bisa menjadi tirai yang menutupi niat, atau sebaliknya, jendela yang membuka nurani.

Puisi ini menolak permainan retorika yang manipulatif. Ia menegaskan bahwa “gerak dan isyarat saja aku sudah mengerti”, menandakan bahwa komunikasi sejati tidak selalu membutuhkan kata-kata—cukup dengan kejujuran hati.

Dalam konteks sosial-politik, bait-bait ini menjadi kritik halus terhadap budaya basa-basi dan pencitraan.

Secara struktural, puisi ini sederhana namun kuat. Tidak banyak ornamen, tetapi setiap larik mengandung makna yang dalam. Ia mengajak pembaca untuk membaca yang tak tertulis, mendengar yang tak terucap, dan memahami yang tak dinyatakan.

Editor : Akhlanudin

Fb img 1759155988254
Fb img 1759155932500

Artikel Terkait

Inshot 20251205 214943024

Bupati Belitung Teken MoU Pengembangan…

Intisari Berita JAKARTA,— Komitmen Pemerintah Kabupaten…

Inshot 20251205 200213879

“Kalau Tidak Ada Makanan, Kirimkan…

intisari Berita Delapan hari telah berlalu…

Inshot 20251205 190703601

Wapres Gibran Kunjungi Tapanuli Selatan,…

Intisari Berita Wakil Presiden RI, Gibran…

Bahasa yang Tak Bisa Berbohong: Kritik Sosial dalam Puisi ESu – Media Daulat Rakyat