
Intisari Berita
- Pemkab Kutai Kartanegara meresmikan Sekolah Lansia pertama di Desa Panoragan (Kecamatan Loa Kulu) melalui Program Sidaya, sebagai upaya meningkatkan IPM.
- Program ini menargetkan 111 lansia (usia ~65 tahun) dengan materi kesehatan fisik/mental, nutrisi, dan aktivitas sosial, menyasar dimensi “umur panjang dan hidup sehat” serta “standar hidup layak” IPM. IPM Kukar terus meningkat (2023:75,95; 2024:76,57; proyeksi 2025:77,25) dengan target 84 pada RPJMD 2025-2029, kolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) telah meluncurkan Sekolah Lansia pertama di Desa Panoragan, Kecamatan Loa Kulu, melalui Program Sidaya (Lansia Berdaya). Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan fokus pada pendidikan kesehatan dan pemberdayaan lansia.
Menurut Asisten III Sekretariat Daerah Kukar, Dafip Haryanto, IPM terdiri dari tiga dimensi: umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Sekolah Lansia ini secara langsung menargetkan dua dimensi krusial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, serta standar hidup layak, yang selaras dengan misi “Kukar Idaman Terbaik”.
Angkatan perdana melibatkan 111 lansia berusia sekitar 65 tahun, yang akan menerima pembinaan tentang kesehatan fisik dan mental, nutrisi seimbang, pola makan sehat, aktivitas fisik, pencegahan penyakit degeneratif, serta pentingnya interaksi sosial. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berkualitas.
Pemkab Kukar menunjukkan peningkatan IPM yang konsisten: 75,95 (2023), 76,57 (2024), dan diproyeksikan 77,25 (2025). Target ambisius dalam RPJMD 2025-2029 adalah mencapai IPM 84. Untuk itu, pemerintah juga berkolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Timur.
Program ini diharapkan menjadi percontohan di seluruh Kecamatan Loa Kulu dan Kabupaten Kukar, menandai babak baru dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.










