Intisari Berita
- BNPB melaporkan bahwa tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
- Siklon tropis di utara Sumatera menyebabkan hujan ekstrem yang memperluas wilayah bencana.
- Korban tewas mencapai 28 orang, dan 10 orang masih dalam pencarian.
- Kepala BNPB akan membuka Posko Pengendalian Kedaruratan di Tarutung untuk koordinasi penanganan bencana.
JAKARTA – Bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara semakin meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Kamis (27/11/2025) pagi, tujuh kabupaten/kota telah terdampak bencana ini.
Jumlah ini meningkat dibandingkan dua hari sebelumnya, seiring dengan bertahannya siklon tropis di utara Sumatera yang memicu hujan ekstrem di sejumlah wilayah.
“Per pagi ini sudah ada tujuh kabupaten/kota yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Jadi memang terjadi eskalasi daerah terdampak dari yang terjadi dua hari yang lalu,” ujar Kepala Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dilansir dari Breaking News KompasTV.
BNPB mengonfirmasi bahwa 28 warga meninggal dunia, sementara 10 lainnya masih dalam pencarian di sejumlah titik yang terkena bencana. Persebaran korban meninggal dunia meliputi Humbang Hasundutan (5 orang), Tapanuli Selatan (15 orang), Pakpak Bharat (1 orang), Tapanuli Utara (3 orang), dan Tapanuli Tengah (4 orang).
Melihat situasi yang terus berkembang, BNPB menegaskan perlunya upaya penanganan yang lebih terstruktur di lapangan. Kepala BNPB akan membuka Posko Pengendalian Kedaruratan di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.
Posko ini diproyeksikan menjadi pusat koordinasi utama untuk mengatur distribusi logistik, evakuasi warga, hingga pendataan korban dan kerusakan.
“Per pagi ini, karena eskalasi daerah terdampak bencana sudah makin meluas, Kepala BNPB akan membuka Posko pengendalian kedaruratan di Tarutung,” ujarnya.
Kondisi terkini menunjukkan rumah warga di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa.
Perahu warga digunakan sebagai alat transportasi sementara di tengah genangan air cokelat yang memenuhi pemukiman akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Mandailing Natal sejak beberapa hari terakhir.
BNPB terus berupaya melakukan penanganan dan evakuasi korban serta memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.












