Intisari Berita
- Jumlah korban meninggal dunia mencapai 174 orang, dan 79 orang dilaporkan hilang.
- 12 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini.
- Upaya evakuasi dan penyaluran bantuan terhambat oleh kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang putus.
- Di Sumatra Utara, jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan Sipirok–Medan terputus.
- Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan terputus akibat banjir dan longsor.
- Di Sumatra Barat, lima jembatan rusak di Padang Pariaman.
- Longsor terjadi di jalur nasional Bukittinggi–Padang dan jalur provinsi di Kabupaten Agam, menyebabkan sekitar 200 kendaraan terjebak.
- Akses transportasi di beberapa wilayah Aceh mengalami kerusakan signifikan, termasuk jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh yang terputus akibat longsor.
- Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas antara Banda Aceh dan wilayah lainnya.
- Beberapa kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah tidak dapat diakses melalui jalur darat, sehingga jalur udara menjadi alternatif utama.
Jakarta, 29 November 2025– Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan bencana banjir dan longsor yang merenggut nyawa setidaknya 174 orang. Hingga Jumat (28/11), puluhan lainnya dilaporkan masih hilang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa selain korban meninggal, 79 orang masih dalam pencarian dan 12 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana ini.
“Upaya evakuasi dan penyaluran bantuan terus dilakukan, namun terkendala oleh infrastruktur yang rusak parah,” ujar Suharyanto. Jalan dan jembatan yang putus akibat banjir menjadi hambatan utama dalam menjangkau wilayah-wilayah terdampak.
Di Sumatra Utara, jalur nasional yang menghubungkan Sidempuan dan Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua lokasi. Kondisi ini menyebabkan terganggunya mobilitas barang dan jasa serta menghambat akses bantuan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak juga mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor. Pemerintah setempat telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup.
Sumatra Barat juga mengalami dampak yang signifikan, dengan lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Selain itu, longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi–Padang di wilayah Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam, menyebabkan sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat terputusnya jalan.
Akses transportasi di beberapa wilayah Aceh juga mengalami kerusakan signifikan. Jalur nasional yang menghubungkan Sumatra Utara dan Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas antara Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.
Sejumlah kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah saat ini terisolasi karena tidak dapat diakses melalui jalur darat akibat kerusakan total pada jalan nasional maupun jembatan. Sebagai alternatif, jalur udara dimanfaatkan dengan mengandalkan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah.
Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya untuk mempercepat proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan perbaikan infrastruktur yang rusak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.












