Intisari Berita
- Tanjungpandan mengalami deflasi 0,68% di November 2025 karena penurunan harga beberapa komoditas seperti daging ayam dan ikan, meskipun ada kenaikan harga bawang merah.
- Data ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjadi acuan bagi pemerintah serta pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan dan investasi.
Tajungpandan Belitung– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung mengumumkan bahwa Tanjungpandan mengalami deflasi sebesar 0,68% pada November 2025, dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Oktober 2025. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu November 2024, Tanjungpandan mencatat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,67%.
Kepala BPS Kabupaten Belitung, Baiq Kurniawati, menekankan pentingnya perhitungan inflasi dan deflasi sebagai indikator ekonomi yang krusial. “Inflasi dan deflasi adalah dua sisi mata uang yang sama. Keduanya perlu dihitung dan dipantau secara berkala untuk menjaga stabilitas ekonomi. Data ini menjadi acuan penting bagi para pelaku usaha dalam mengambil keputusan investasi, serta bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Deflasi yang terjadi di Tanjungpandan pada November 2025 ini dipengaruhi oleh penurunan harga beberapa komoditas pokok. Daging ayam ras mencatat penurunan harga sebesar 0,59%, diikuti oleh ikan tongkol/ikan ambu-ambu dan kangkung yang masing-masing turun sebesar 0,07%. Penurunan harga ini memberikan dampak positif bagi konsumen karena daya beli masyarakat meningkat.
Namun, di sisi lain, terdapat kenaikan harga pada komoditas bawang merah yang mencapai Rp55 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh tersendatnya pasokan dan penurunan produksi nasional. “Kami terus memantau perkembangan harga bawang merah ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar pasokan kembali normal dan harga dapat stabil,” kata Baiq Kurniawati.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Belitung, Anyyta, yang mewakili Bupati Belitung, menambahkan bahwa transparansi informasi statistik sangat penting untuk pembangunan daerah. “Data statistik yang akurat adalah fondasi dari perencanaan pembangunan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan data yang terpercaya dan relevan bagi semua pihak,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Belitung akan terus memantau perkembangan ekonomi daerah dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












