Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Hutan Tropis Indonesia di Ambang Kehilangan: Perlunya Sinergi untuk Konservasi
Inshot 20251202 130317505

Hutan Tropis Indonesia di Ambang Kehilangan: Perlunya Sinergi untuk Konservasi

intisari Berita

  • Deforestasi hutan primer di Indonesia merupakan masalah serius yang mengancam lingkungan, kesehatan, dan sosial ekonomi masyarakat. Diperlukan tindakan konservasi yang lebih tegas dan terkoordinasi dari pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menghentikan laju deforestasi dan memulihkan hutan yang rusak.

Kehilangan hutan primer tropis di Indonesia yang mencapai 10,5 juta hektare antara tahun 2002-2023 adalah tragedi lingkungan yang sangat serius. Data ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari kerusakan ekosistem yang masif, hilangnya keanekaragaman hayati yang tak ternilai, dan ancaman nyata terhadap stabilitas iklim global.

Menurut laporan dari World Wildlife Fund (WWF), deforestasi yang cepat dan tidak terkendali dapat menyebabkan “penurunan kapasitas ekosistem untuk menyerap karbon, yang secara langsung mempercepat perubahan iklim dan meningkatkan risiko bencana alam” (WWF, 2023).

Eskalasi deforestasi ini menunjukkan bahwa upaya konservasi dan pengelolaan hutan yang selama ini dilakukan belum efektif. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang ada, serta tindakan nyata yang lebih tegas dan terkoordinasi. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sipil harus bersinergi untuk menghentikan laju deforestasi, memulihkan hutan yang rusak, dan mencegah terjadinya kebakaran hutan.

Dalam konteks kesehatan manusia, deforestasi juga berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonosis, seperti COVID-19, yang dipicu oleh hilangnya habitat alami dan meningkatnya kontak antara manusia dan satwa liar (WHO, 2021).

Kehilangan hutan primer tropis bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi. Masyarakat adat dan lokal yang bergantung pada hutan kehilangan mata pencaharian dan budaya mereka.

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor menjadi lebih sering terjadi akibat hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga alami. Menurut studi dari Johns Hopkins University, “penurunan tutupan hutan secara drastis meningkatkan risiko kejadian bencana alam dan mengancam kesehatan masyarakat secara langsung, termasuk peningkatan kasus penyakit yang berhubungan dengan kualitas air dan udara” (Johns Hopkins, 2022).

Temuan ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dan mengatasi perubahan iklim.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam konservasi hutan tropis, tetapi hal ini hanya dapat terwujud jika ada kemauan politik yang kuat, penegakan hukum yang tegas, dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Jane Goodall, seorang ahli konservasi terkenal,

“Kita tidak bisa menyelamatkan dunia ini tanpa menyelamatkan hutan-hutan kita, karena mereka adalah paru-paru planet ini dan sumber kehidupan bagi semua makhluk” (Goodall, 2019).

Dengan demikian, upaya konservasi harus didukung oleh pendekatan ilmiah dan kesehatan masyarakat yang komprehensif, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Hanya melalui sinergi dan komitmen kolektif, Indonesia mampu mengatasi krisis ini dan memastikan masa depan yang lebih sehat dan lestari bagi generasi mendatang.

Artikel Terkait

InShot 20260418

Bandara Hanandjoeddin Siap Sambut Scoot

Intisari Berita Tanjung pandan Belitung -Bandara…

InShot 20260418

Dishub Belitung Siapkan Tiga Kantong…

Intisari Berita Tanjung pandan Belitung –…

InShot 20260418

Puisi Puisi Edy Sukardi

Tiga Mutiara ESu Tak perlu kau…