intisari Berita
- BWS Bangka Belitung menyerahkan pemanfaatan Situ Kulong Minyak kepada Pemkab Belitung Timur.
- Peresmian dilakukan 25 Desember 2025 malam, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan balon.
- Situ dibangun dalam dua tahap (2023–2024), luas 6,5 hektare, kapasitas tampung 244.000 m³.
- Fungsi utama: konservasi air, pengendali banjir, sumber air baku.
- Juga dikembangkan sebagai ikon wisata baru Beltim dan ruang publik masyarakat.
- Bupati Kamarudin mengajak warga memanfaatkan fasilitas dengan bijak serta mendukung UMKM lokal melalui bazar di kawasan situ.
Manggar Belitung Timur – Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung resmi menyerahkan pemanfaatan ruang publik Situ Kulong Minyak kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Peresmian berlangsung pada Kamis (25/12/2025) malam di Manggar, disaksikan ratusan warga yang antusias menyambut ikon baru daerah mereka.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten bersama Kasi Operasional dan Pemeliharaan BWS Babel, Huda Bachtiar, serta pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya pemanfaatan situ untuk kepentingan publik.
Pembangunan dan Fungsi Strategis
- Pembangunan Situ Kulong Minyak dilakukan dalam dua tahap (2023–2024).
- Luas kawasan mencapai 6,5 hektare dengan kapasitas tampung 244.000 m³.
- Fungsi utama: konservasi air, pengendali banjir, dan sumber air baku.
Menurut Huda Bachtiar, keberadaan situ ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air di Belitung Timur.
“Situ Kulong Minyak dibangun untuk mengurangi risiko banjir, meningkatkan kapasitas penampungan air, sekaligus menjadi sumber air baku yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Ikon Wisata Baru
Selain fungsi konservasi, kawasan ini dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi wisata baru. Lanskap air yang luas, ditambah fasilitas pendukung, diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan.
Bupati Kamarudin menekankan pentingnya rasa memiliki:
“Mari kita rawat dan manfaatkan Situ Kulong Minyak sebagai ruang kebersamaan, interaksi sosial, olahraga, sekaligus ikon wisata baru Beltim.”
Ia juga menyoroti keberadaan bazar UMKM di sekitar kawasan yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadiran pedagang kecil dan pelaku usaha kreatif akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Pariwisata lokal: Situ Kulong Minyak diproyeksikan menjadi destinasi unggulan yang menambah daftar wisata air di Belitung Timur.
- UMKM dan ekonomi kreatif: Bazar dan aktivitas ekonomi di sekitar situ membuka peluang usaha baru.
- Ruang interaksi sosial: Kawasan ini menjadi tempat berkumpul, berolahraga, dan menggelar kegiatan budaya.
Dengan konsep multifungsi, situ ini diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur konservasi, tetapi juga ruang hidup baru bagi masyarakat Beltim.
Harapan Keberlanjutan
BWS Babel mengimbau agar masyarakat bersama pemerintah daerah menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Kami berharap infrastruktur ini dijaga dan dirawat bersama supaya berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Kabupaten Belitung Timur,” ujar Huda.
Peresmian Situ Kulong Minyak menandai lahirnya ikon wisata baru sekaligus infrastruktur vital di Belitung Timur. Dengan fungsi ganda—konservasi air dan destinasi wisata—situ ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat identitas daerah, sekaligus penggerak ekonomi lokal.












