Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Banjir Kepung 3 Kabupaten di Bangka, Rumah Terendam dan Jalur Vital Lumpuh
Inshot 20260110 093812310

Banjir Kepung 3 Kabupaten di Bangka, Rumah Terendam dan Jalur Vital Lumpuh

Intisari Berita

  • Banjir melanda 3 kabupaten di Pulau Bangka (Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan) sejak Jumat (9/1/2026) pagi akibat cuaca ekstrem.
  • Di Bangka Tengah, 52 rumah terendam dan beberapa jalan vital serta jembatan tidak dapat dilalui atau harus dilalui dengan hati-hati; penyebabnya antara lain hujan deras, pasang laut, dan pendangkalan sungai akibat tambang.
  • Di Bangka Barat, Jembatan Culong tergenang parah, sedangkan di Bangka Selatan 8 rumah di Desa Tepus terdampak. BPBD provinsi dan kabupaten melakukan pemantauan serta memberikan bantuan, dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Kota Pangkalpinang relatif aman, namun perlu waspada terhadap angin kencang akibat hujan panjang.

BANGKA – Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak Jumat (9/1/2026) pagi menyebabkan banjir meluas. Puluhan rumah warga terendam, aktivitas masyarakat terganggu, dan sejumlah ruas jalan vital tidak dapat dilalui akibat tingginya genangan. Tiga kabupaten yang terdampak adalah Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan.

Kabupaten Bangka Tengah: 52 Rumah Terendam, Jalan dan Jembatan Terdampak

Di Kecamatan Lubuk Besar, sedikitnya 52 rumah tergenang, dengan 32 di Desa Lubuk Lingkuk dan 20 di Desa Lubuk Pabrik. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyebutkan data ini masih sementara karena air belum sepenuhnya surut, dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa di beberapa titik.

Banjir dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus dan pasang air laut, yang membuat aliran sungai dan saluran air tidak mampu menampung debit air. Selain itu, sedimentasi akibat aktivitas tambang inkonvensional juga diperkirakan memperparah kondisi.

Beberapa ruas jalan vital lumpuh, seperti di depan SMA Negeri 1 Lubuk Besar yang membuat banyak pengendara tertahan, termasuk sopir truk Een yang harus menunggu lebih dari tiga jam. Jembatan Desa Nibung di Kecamatan Koba juga tergenang setinggi lutut, sehingga Satlantas Polres Bangka Tengah memberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk menjaga keselamatan.

Pemkab Bangka Tengah berencana melakukan normalisasi dan pelebaran saluran air setelah kondisi memungkinkan, dengan dua unit alat berat akan diturunkan untuk pengerukan. Ketua DPRD Bangka Tengah Batianus juga meminta tindakan segera agar banjir tidak berulang.

Kabupaten Bangka Barat: Jembatan Culong Tergenang Parah

Banjir juga melanda Kecamatan Mentok, dengan Jembatan Culong di Kelurahan Sungai Daeng sempat tidak dapat dilalui karena air mencapai dada orang dewasa. Warga Apet (70) menyebutkan ini adalah banjir paling parah yang pernah dialami, dengan dugaan timbunan pasir menghambat aliran air.

Kepala BPBD Bangka Barat Safrizal mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak.

Kabupaten Bangka Selatan: 8 Rumah di Desa Tepus Terendam

Di Kecamatan Airgegas, Desa Tepus, sedikitnya delapan rumah terdampak akibat luapan sungai setelah hujan deras. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Satpol PP dan Damkar Bangka Selatan Ardiansyah menyatakan ketinggian air bervariasi dari selutut hingga sepinggang orang dewasa, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materi masih dalam pendataan.

BPBD Provinsi: Pantau Kondisi dan Imbau Waspada

Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budi Utama menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung terus-menerus. Kondisi lingkungan seperti daya serap tanah yang berkurang dan saluran drainase yang tersumbat juga berkontribusi terhadap risiko bencana.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang bermukim di kawasan rawan banjir, serta memeriksa kekokohan bangunan di sekitar bantaran sungai dan jembatan.

Kota Pangkalpinang Relatif Aman, Waspada Angin Kencang

Kota Pangkalpinang dilaporkan relatif aman dari genangan karena intensitas hujan tidak terlalu lebat dan tidak dibarengi pasang air laut. Namun, Kepala BPBD Kota Pangkalpinang Dedi Revandi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang, pohon tumbang, dan puting beliung yang bisa muncul akibat hujan berdurasi panjang.

Artikel Terkait

InShot 20260424

Wabup Belitung Apresiasi Kejuaraan Tinju…

Tanjungpandan, Belitung – Wakil Bupati Belitung,…

InShot 20260424

Wujudkan Masyarakat Sehat, Wabup Syamsir…

Tanjungpandan, .Belitung – Wakil Bupati Belitung,…

InShot 20260424

Puisi Puisi Edy Sukardi

Istri Rumahan vs istri Kantoran ESu…