Intisari Berita
- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memperingatkan bahwa pemanasan global telah memasuki fase darurat dan menjadi ancaman terbesar bagi peradaban manusia.
- Suhu bumi disebut telah melampaui ambang kritis 1,5 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri, disertai bencana ekstrem seperti banjir, badai, dan kekeringan.
- Megawati menilai hal ini sebagai bukti kegagalan manusia merawat bumi dan akibat dari logika kapitalisme eksploitatif yang mengabaikan keselamatan rakyat.
- Ia menyerukan keberanian seluruh elemen bangsa, khususnya kader PDIP, untuk berpihak pada kebenaran ekologis demi mencegah kehancuran peradaban.
- Tema HUT ke-53 PDIP adalah “Satyam Eva Jayate” (Kebenaran akan Menang) dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya”, menegaskan komitmen partai pada kebenaran dan ketahanan menghadapi krisis.
JAKARTA 11 Januari 2026– Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan peringatan keras terkait ancaman pemanasan global yang disebutnya telah memasuki fase darurat. Dalam pidato politik pada pembukaan Rakernas I sekaligus HUT ke-53 PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Sabtu (10/1/2026), Megawati menegaskan bahwa bumi kini menghadapi ancaman terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia.
Peringatan Darurat Iklim
- Megawati menyoroti data ilmiah yang menunjukkan suhu bumi telah melampaui ambang kritis 1,5 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri.
- Kondisi ini disebut sebagai tanda keras bahwa peradaban manusia menuju titik kehancuran bila tidak segera dilakukan perubahan radikal.
- Ia menegaskan, bencana ekstrem seperti badai, banjir, dan kekeringan bukan sekadar fenomena alam, melainkan bukti kegagalan manusia merawat bumi.
Kritik terhadap Kapitalisme Eksploitatif
Megawati menilai akar masalah terletak pada logika kapitalisme yang menempatkan keuntungan di atas keselamatan rakyat.
“Ini adalah isyarat keras tentang masa depan yang jauh lebih katastrofik, apabila umat manusia gagal menghentikan pemanasan global dan gagal menempatkan keselamatan rakyat di atas logika kapitalisme yang eksploitatif,” tegasnya.
Seruan untuk Keberanian Ekologis
- Megawati mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kader PDIP, untuk berani berpihak pada kebenaran ekologis.
- Ia menekankan pentingnya keberanian generasi muda menghadapi ketidakpastian masa depan akibat krisis iklim.
- Titik-titik kritis lingkungan seperti mencairnya es dan hilangnya keanekaragaman hayati disebut mungkin sudah tidak dapat dipulihkan.
Tema Rakernas dan HUT ke-53 PDIP
- PDIP mengusung tema “Satyam Eva Jayate” (Kebenaran akan Menang) dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya” yang diambil dari lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman.
- Agenda berlangsung 10–12 Januari 2026, dihadiri pengurus pusat, daerah, anggota DPR RI dan DPRD, serta kepala daerah dari PDIP.
- Rakernas ini menjadi tindak lanjut strategis dari hasil Kongres VI PDIP pada Agustus 2025.












