Nasehat Mbah Guru
ESu
Pagi ini aku berdialog
pada mbah guru
Lalu mbah guru memberi
nasehat kepadaku
Amang
Coba kau tengok
Ikan setia pada air
tapi air merebusnya
Dedaunan cinta pada angin
tapi angin merontokannya
Engkau mencintai dia
tapi dia melukai hatimu
Manusia menggantungkan hidup
pada tanah
tetapi tanah menguburkannya
Dan engkau berkata
Oh betapa kejam dunia
Amang
Coba tengok dulu
mengapa air merebus ikan
ternyata ada api yang
mendidihkannya
mengapa angin merontokan
daun karena musim
yang memutuskannya
kenapa cinta melukai hati
karena ego yang merusaknya
Bukan tanah yang kejam
pada manusia
tetapi karena kematian
telah menjemputnya
Amang
berpikirlah lebih dalam
Ekspektasi yang berlebihan
kadang lahairkan
kekecewaan dan kemarahan
Jangan menyalahkan takdir
Ada ketentuan
Ada pilihan
Ada pula pertimbangan akal
Apa
engkau tak berpikir
Pisangan Timur
22 januari 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














