Intisari Berita
- Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, menekankan pentingnya sinkronisasi arah pembangunan daerah dalam RKPD 2027 agar selaras dengan visi-misi Bupati serta kebijakan provinsi dan pusat. Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk bergerak satu arah demi tercapainya tujuan pembangunan.
- Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dana transfer dari pusat dan provinsi, Vina menegaskan hal itu tidak boleh menjadi alasan terhambatnya program pembangunan maupun pelayanan publik.
Tanjjungpandan Belitung-Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani, menegaskan pentingnya keselarasan arah pembangunan daerah dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Ruang Pertemuan Bappeda, Senin (26/1/2026).
Menurut Vina, forum tersebut menjadi langkah awal menentukan arah pembangunan Belitung yang harus sejalan dengan visi-misi Bupati, serta selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.
“Rencana pembangunan 2027 ini harus diselaraskan dengan visi misi Pak Bupati, juga dengan provinsi dan pusat. Semua stakeholder harus tahu arah pembangunan kita supaya terarah,” ujarnya
Ia menekankan bahwa tujuan pembangunan yang ditetapkan kepala daerah harus diterjemahkan secara konsisten oleh seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
“Pak Bupati menentukan tujuannya, pelaksanaannya di bawah harus satu arah. Jangan ada yang ke kiri, yang ke kanan, nanti tujuan tidak akan sampai,” tambahnya.
Meski demikian, Vina mengakui tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran daerah. Pemangkasan dana transfer dari pusat dan provinsi dinilai cukup memengaruhi postur APBD Belitung.
“Tantangan kita sebenarnya APBD. Anggaran dari pusat dan provinsi dalam dana bagi hasil semuanya kena pangkas,” ungkapnya.
Kendati menghadapi keterbatasan anggaran, Vina menegaskan hal itu tidak boleh menjadi alasan terhambatnya program pembangunan maupun pelayanan publik.












