MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 20 September 2026 – Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam Pilkades Serentak 2026 yang digelar hari ini, Minggu, 20 September 2026. Ia mengingatkan warga di 13 desa untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani demi menentukan arah pembangunan desa untuk enam tahun ke depan.
Seruan ini disampaikan Bupati Djoni pagi ini sebelum dimulainya pencoblosan serentak di 80 TPS yang tersebar di empat kecamatan.
“Saya ingatkan masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih calon kepala desa hendaknya menyampaikan hak pilih sesuai hati nurani guna menentukan pembangunan di desa itu. Jangan golput, jangan diwakilkan. Datang, lihat, dan coblos calon terbaik menurut hati nurani,” ujar Djoni Alamsyah Hidayat.
Pilkades Serentak 2026 ini menjadi momen krusial bagi Kabupaten Belitung. Sebanyak 13 desa akan memilih pemimpin baru yang akan mengelola anggaran desa miliaran rupiah, menentukan arah pembangunan infrastruktur, pariwisata, hingga kesejahteraan nelayan dan petani lada yang menjadi tulang punggung ekonomi Belitung.
Pesan Utama Bupati: Beda Pilihan, Tetap Satu Keluarga
Dalam pesannya, Bupati Djoni tidak hanya menekankan soal partisipasi, tetapi juga soal persatuan. Ia khawatir pesta demokrasi tingkat desa yang seharusnya menggembirakan justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat yang masih memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat.
Ia menekankan agar perbedaan pilihan tidak memecah kerukunan dan persaudaraan.
“Di balik pilihan yang berbeda, ada masyarakat yang ingin hidup tenang, keluarga yang ingin desanya tetap damai, dan harapan agar setelah Pilkades selesai, kita tetap menjadi satu keluarga besar masyarakat Belitung,” tambahnya dengan nada penuh harap.
Pesan ini menjadi sangat relevan mengingat tensi Pilkades di beberapa desa terpantau cukup tinggi. Di beberapa desa seperti Aik Pelempang Jaya dan Air Merbau, jumlah calon mencapai maksimal 5 orang dengan basis massa yang sama-sama kuat. Tanpa kedewasaan dalam berdemokrasi, perbedaan pilihan sangat mudah berubah menjadi konflik sosial yang berkepanjangan.
“Ingat, Pilkades hanya satu hari, tapi kita bertetangga selamanya. Siapapun yang terpilih nanti adalah kepala desa untuk semua warga, bukan hanya untuk pendukungnya saja. Yang kalah harus legowo, yang menang harus merangkul,” tegas Djoni.
Bupati juga meminta seluruh aparat desa, camat, dan panitia untuk bersikap netral dan profesional. Ia tidak ingin ada isu keberpihakan yang mencederai kepercayaan publik terhadap hasil Pilkades.
Kesiapan Pilkades Serentak 20 September 2026: Semua Lini Siap 100 Persen
Panitia Pilkades Kabupaten Belitung memastikan bahwa hingga pagi ini, Minggu 20 September 2026, semua persiapan telah rampung 100 persen dan siap untuk menggelar pemungutan suara.
Tanggal pelaksanaan: Hari ini, Minggu, 20 September 2026, mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Penghitungan suara akan dilakukan langsung di masing-masing TPS setelah pencoblosan selesai.
Jumlah TPS: Sebanyak 80 TPS tersebar di 13 desa. Setiap TPS rata-rata akan melayani 450 pemilih agar tidak terjadi penumpukan dan proses tetap nyaman.
Jumlah Pemilih: Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berhak mencoblos hari ini mencapai 36.066 orang. Mereka tersebar dari kawasan pesisir Tanjungpandan hingga pulau-pulau kecil di Membalong.
Apel pengamanan: Sehari sebelumnya, Sabtu 19 September 2026, telah digelar apel pasukan gabungan di halaman Kantor Bupati Belitung. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati dan Kapolres Belitung. Sebanyak 250 personel gabungan dari Polres, Kodim 0414/Belitung, Satpol PP, dan 160 personel Linmas disiagakan untuk mengawal jalannya pemungutan suara. Fokus pengamanan ada di desa-desa dengan DPT besar dan jumlah calon yang banyak.
Logistik TPS: Panitia telah menyiapkan lokasi TPS dengan baik dan menarik. Tidak seperti TPS Pemilu yang terkesan formal, TPS Pilkades di Belitung dihias dengan nuansa khas desa, ada yang menggunakan ornamen daun kelapa, ada yang bertema nelayan, bahkan ada TPS di Sijuk yang didekorasi dengan miniatur kapal nelayan untuk menarik minat warga datang. Logistik seperti surat suara sebanyak 37.872 lembar, kotak suara, bilik suara, tinta, dan segel telah didistribusikan sejak 18 September, termasuk distribusi menantang ke Pulau Sumedang yang harus dikawal dua kapal karena gelombang tinggi.
Hingga pukul 06.30 WIB pagi ini, semua Ketua KPPS di 80 TPS telah melaporkan bahwa TPS mereka sudah siap dibuka dan semua saksi calon sudah hadir.
Mengenal 13 Desa yang Hari Ini Menentukan Masa Depan
Sebanyak 13 desa di Kabupaten Belitung ikut serta dalam Pilkades Serentak hari ini. Masing-masing desa memiliki cerita dan harapan yang berbeda, namun semangatnya sama: mencari pemimpin terbaik.
Berikut adalah 13 desa tersebut:
Di Kecamatan Tanjungpandan (5 Desa):
- Desa Aik Ketekok: Desa dengan pertumbuhan penduduk tercepat di pinggiran kota.
- Desa Air Merbau: Salah satu desa dengan DPT terbesar dan persaingan calon yang ketat.
- Desa Perawas: Desa yang menjadi sentra perdagangan dan jasa.
- Desa Aik Raya: Desa yang fokus pada pengembangan UMKM dan pertanian.
- Desa Aik Pelempang Jaya: Desa yang dipetakan sebagai salah satu TPS rawan karena antusiasme pendukung yang sangat tinggi.
Di Kecamatan Sijuk (4 Desa – Jantung Pariwisata):
- Desa Sijuk: Pusat kecamatan dan gerbang menuju kawasan wisata Tanjung Kelayang.
- Desa Terong: Desa wisata yang terkenal dengan kerajinan batik dan kuliner.
- Desa Pelepak Pute: Desa dengan potensi pantai yang masih perawan.
- Desa Tanjung Tinggi: Desa yang namanya mendunia karena Pantai Laskar Pelangi, di mana batu-batu granit raksasa menjadi ikon Belitung.
Di Kecamatan Membalong (3 Desa – Wilayah Kepulauan):
- Desa Pulau Seliu: Desa pulau yang mayoritas penduduknya adalah nelayan.
- Desa Pulau Sumedang: Desa terluar yang paling menantang dalam distribusi logistik, butuh 3-5 jam perjalanan laut.
- Desa Padang Kandis: Desa di ujung selatan Belitung yang kaya akan hasil laut.
Di Kecamatan Badau (1 Desa):
- Desa Ibul: Satu-satunya wakil dari Badau, desa yang dikenal dengan tradisi adat yang masih sangat kental.
Bagi 13 desa ini, hari ini adalah hari libur yang tidak libur. Warga rela menunda melaut, menunda ke kebun lada, dan menunda aktivitas harian mereka demi satu tujuan: datang ke TPS dan menentukan siapa yang akan memimpin desa mereka selama 6 tahun ke depan, dari 2026 hingga 2032.
Bupati Djoni menutup pesannya dengan ajakan yang sederhana namun penuh makna.
“Mari kita sukseskan Pilkades ini dengan datang ke TPS. Gunakan hak pilih kita. Siapapun pilihannya, mari kita jaga Belitung tetap aman, damai, dan menjadi satu keluarga besar. Karena setelah coblosan selesai, kita akan kembali bergotong royong membangun desa kita bersama,” pungkasnya.
Pemungutan suara masih berlangsung hingga pukul 13.00 WIB siang ini. Hasil penghitungan cepat di TPS diperkirakan akan mulai diketahui sekitar pukul 15.00 WIB, sementara hasil resmi tingkat kabupaten akan diumumkan paling lambat 21 September 2026.












