MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, Selasa 23 September 2026 – Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Belitung 2026 memasuki babak krusial. Setelah pemungutan suara di 80 TPS yang tersebar di 13 desa pada 20 September lalu, kini masa sanggah hasil resmi dibuka.
Panitia Kabupaten menetapkan masa sanggah berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 September 2026.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Belitung menegaskan, masa sanggah ini adalah ruang resmi bagi calon yang merasa dirugikan untuk menyalurkan keberatan secara konstitusional.
“Silakan ajukan keberatan tertulis dengan bukti valid, sebelum Bupati membentuk tim penyelesaian sengketa,” ujar panitia.
Mekanisme Sanggahan Tidak Bisa Sembarangan
Tidak semua pihak bisa mengajukan sanggahan. Aturannya ketat:
1. Pengaju: Hanya calon kepala desa yang ikut kontestasi. Simpatisan, tim sukses, atau warga biasa tidak bisa mengajukan.
2. Format: Harus tertulis, memuat objek sanggahan yang jelas, misalnya selisih suara atau dugaan kecurangan di TPS tertentu.
3. Bukti: Wajib dilengkapi bukti pendukung yang valid, bukan sekadar isu.
4. Proses: Sanggahan disampaikan ke panitia kabupaten, lalu diteruskan ke Bupati. Selanjutnya, Bupati akan membentuk Tim Penyelesaian Sengketa untuk melakukan verifikasi, memanggil pihak terkait, dan menyusun rekomendasi.
Penetapan calon terpilih oleh BPD sendiri sedang berlangsung pada 22–27 September 2026.
Pengamanan Diperketat di Desa Rawan
Satpol PP Kabupaten Belitung menyiapkan pengamanan penuh sejak masa kampanye (14–16 September), masa tenang (17–19 September), hingga pemungutan suara dan penyerahan hasil.
Dua desa menjadi perhatian khusus yakni Desa Aik Pelempang Jaya dan Desa Air Merbau yang dikategorikan sebagai lokasi rawan dan mendapat pengamanan intensif. Distribusi logistik Pilkades juga dikawal ketat dengan memperhatikan kondisi geografis dan cuaca.
Dengan pelantikan kepala desa terpilih yang dijadwalkan pada 9 November 2026, masih ada jeda waktu hampir dua bulan untuk menyelesaikan seluruh sengketa secara tuntas.
Masa sanggah ini menjadi kunci agar hasil Pilkades Serentak Belitung tetap memiliki legitimasi kuat dan diterima semua pihak.












