Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Mengenal R.S. Soekanto, Kapolri Pertama dan Bapak Kepolisian Indonesia
InShot 20261003

Mengenal R.S. Soekanto, Kapolri Pertama dan Bapak Kepolisian Indonesia

Media Daulat Rakyat, Jakarta , Sabtu, 3 Oktober 2026 – Di tengah dinamika modernisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sejarah mencatat satu nama yang menjadi fondasi utama institusi tersebut: Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Ia adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pertama sekaligus yang terlama menjabat dalam sejarah Polri.

R.S. Soekanto menjabat sejak 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959. Masa 14 tahun kepemimpinannya adalah masa paling krusial, di mana ia harus membangun institusi kepolisian dari nol pasca-kemerdekaan, di tengah Agresi Militer Belanda, pemberontakan daerah, dan keterbatasan sumber daya.

Profil Singkat R.S. Soekanto

Lahir di Bogor pada 7 Juni 1908, Soekanto menempuh pendidikan kepolisian di masa Hindia Belanda. Dengan pengalaman tersebut, ia dipercaya Presiden Soekarno untuk menata ulang kepolisian nasional yang sebelumnya merupakan warisan kolonial.

Warisan Besar yang Masih Terasa Hingga Kini

Banyak satuan strategis Polri yang kita kenal sekarang adalah buah pemikiran Soekanto:

  1. Brimob: Merintis pembentukan Pasukan Polisi Istimewa yang kini menjadi Korps Brimob sebagai pasukan elit Polri.
  2. Polairud: Membentuk Polisi Perairan dan Udara untuk menjaga wilayah kepulauan Indonesia.
  3. Akademi Kepolisian: Menjadi cikal bakal pendidikan perwira polisi untuk mencetak pemimpin Polri yang profesional.

Atas jasa-jasanya yang luar biasa, pemerintah menetapkan R.S. Soekanto sebagai Bapak Kepolisian Negara Republik Indonesia dan menganugerahkannya sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2020.

Filosofi Polisi Humanis

Dalam catatan sejarah, peran Soekanto bukan hanya administratif, tetapi juga ideologis. Ia adalah tokoh pertama yang menekankan pentingnya polisi sebagai pelindung masyarakat, bukan sekadar alat kekuasaan negara.

Sebuah pesan yang kerap dikutip dari pemikirannya hingga kini adalah:

“Polisi harus hadir sebagai pengayom rakyat, menjaga ketertiban dengan hati nurani.”

Prinsip inilah yang kemudian menjadi cikal bakal jargon Polri Presisi: Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.

Relevansi di Tahun 2026

Warisan kepemimpinan Soekanto masih sangat terasa hingga kini, 81 tahun setelah Polri berdiri. Di usia Polri yang semakin matang, institusi kepolisian modern Indonesia berdiri kokoh di atas fondasi profesionalisme, loyalitas, dan pengabdian yang ia bangun.

Semangatnya menjadi pengingat bahwa tugas polisi yang utama adalah menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan menjadi pengayom bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artikel Terkait

InShot 20261003

Ferian Rebieyansyah Resmi Dilantik Sebagai…

Media Daulat Rakyat Tanjungpandan, Belitung, Sabtu,…

InShot 20261003

Malaysia Menang Telak 6-0 Atas…

Media Daulat Rakyat Bandung, Sabtu, 3…

Oplus

Tim Resmob Polres Belitung Ringkus…

Media Daulat Rakyat Tanjungpandan, Belitung, Sabtu,…