
TANJUNGPANDAN | MEDIA DAULAT RAKYAT – Ada wajah baru dalam perayaan budaya di Kabupaten Belitung tahun ini. Jika tahun-tahun sebelumnya dikenal dengan nama Pawai Pembangunan, tahun 2026 ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belitung resmi mengemasnya menjadi Karnaval Budaya Bhinneka Tunggal Ika Kabupaten Belitung Tahun 2026.
Kegiatan akbar yang sarat makna persatuan ini akan digelar pada hari ini, Sabtu, 24 Oktober 2026, dengan memusatkan start di kawasan GOR Tanjungpandan dan finish di Pantai Tanjungpendam.
Persiapan matang telah dilakukan jauh hari. Rapat teknis pelaksanaan telah digelar pada Rabu, 14 Oktober 2026 di Tanjungpandan, melibatkan seluruh unsur terkait mulai dari panitia, aparat keamanan, hingga perwakilan peserta.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Kesbangpol Belitung, Haris Maryono, menegaskan pemilihan tema Bhinneka Tunggal Ika bukan tanpa alasan. Belitung yang dikenal sebagai daerah heterogen dengan berbagai suku, agama, dan budaya membutuhkan ruang ekspresi bersama.
“Intinya walaupun kegiatan ini bersifat budaya, tapi tujuannya adalah mempersatukan. Bhinneka Tunggal Ika kan artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Kita ingin semua kelompok baik dari organisasi keagamaan, organisasi kesukuan, hingga masyarakat umum bisa bersatu dan tampil bersama-sama. Apalagi Belitung ini destinasi wisata, jadi unsur budaya memang harus terus kita promosikan,” ujar Haris Maryono usai rapat teknis.
Rute Karnaval Melintasi Jantung Kota Tanjungpandan
Untuk memberikan tontonan terbaik bagi masyarakat, panitia menyiapkan rute yang melintasi jantung Kota Tanjungpandan. Berdasarkan rilis resmi dari Satlantas Polres Belitung, rute lengkap karnaval adalah sebagai berikut:
Start dari GOR Tanjungpandan, kemudian melintasi Jalan A. Yani, Jalan Pangeran Diponegoro menuju Lampu Merah Kampung Ujung, dilanjutkan ke Jalan Sriwijaya menuju Lampu Merah Rahat, melewati Bundaran Satam, menyusuri Jalan Veteran, dan Finish di Pantai Tanjungpendam.
Kasat Lantas Polres Belitung, IPTU Ervindo Thio Prabowo, http://S.Tr.K., melalui infografis resmi mengimbau pengguna jalan untuk menghindari jalur tersebut sementara waktu dan menggunakan jalur alternatif.
“Pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan,” tulis himbauan tersebut.
Titik pengaturan arus akan difokuskan di Simpang Kampung Ujung, Simpang Rahat, Bundaran Satam, dan ruas Jalan Veteran menuju Pantai Tanjungpendam.
Wadah Pemersatu dan Promosi Wisata
Lebih dari sekadar pawai, Karnaval Budaya Bhinneka Tunggal Ika ini dimaknai sebagai wadah pemersatu. Komposisi peserta yang terlibat sangat beragam, mulai dari organisasi keagamaan, paguyuban kesukuan, pelajar dari berbagai tingkatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMD, hingga masyarakat umum.
Keberagaman inilah yang ingin ditonjolkan. Setiap kontingen diharapkan menampilkan kekayaan budayanya masing-masing, mulai dari busana adat, tarian tradisional, hingga kreasi seni kontemporer.
Selain mempererat persatuan dan kesatuan, event ini juga menjadi etalase promosi pariwisata daerah. Di tengah status Belitung sebagai salah satu destinasi wisata prioritas nasional, pelestarian budaya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Masyarakat pun diprediksi akan tumpah ruah di sepanjang rute karnaval. Panggung kehormatan utama akan disiapkan di beberapa titik strategis untuk menyambut para peserta.
Pihak Kesbangpol berharap, melalui karnaval ini, pesan kebhinekaan dan toleransi dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan pembangunan Kabupaten Belitung ke depan.












